Laba Bersih Pertamina Naik Jadi US$3,35 Miliar pada 2025
PT Pertamina (Persero) mencatat kenaikan laba bersih sepanjang 2025 menjadi US$3,35 miliar atau sekitar Rp55,2 triliun. Capaian ini menunjukkan perbaikan kinerja perusahaan dibandingkan tahun sebelumnya, seiring menguatnya kontribusi dari bisnis hulu, kilang, dan energi baru terbarukan.
Kinerja keuangan Pertamina sepanjang 2025 juga ditopang oleh pendapatan yang mencapai sekitar US$68–69 miliar atau lebih dari Rp1.160 triliun. Pertumbuhan tersebut mencerminkan kuatnya aktivitas operasional di seluruh lini usaha, mulai dari minyak dan gas hingga pengembangan energi rendah emisi.
Dari sisi operasional, peningkatan produksi migas turut menjadi salah satu faktor penting yang mendukung laba perusahaan. Di saat yang sama, unit usaha energi baru terbarukan juga mulai memberi kontribusi lebih besar terhadap kinerja grup.
Manajemen Pertamina sebelumnya telah memproyeksikan laba bersih sekitar US$3,3 miliar untuk tahun buku 2025. Realisasi akhir yang mencapai US$3,35 miliar menunjukkan pencapaian yang sejalan dengan target perusahaan.
Kinerja positif ini juga membuka peluang kontribusi yang lebih besar kepada negara melalui dividen dan penerimaan lain. Selain itu, Pertamina diperkirakan memiliki ruang lebih luas untuk melanjutkan investasi pada transisi energi, dekarbonisasi, dan penguatan infrastruktur energi nasional.
Secara keseluruhan, kenaikan laba bersih Pertamina pada 2025 mencerminkan kombinasi strategi bisnis yang efektif dan penguatan kinerja operasional di tengah dinamika pasar energi global.

