Memperkuat Jurnal Nasional Menengah sebagai Infrastruktur Pengetahuan Indonesia
Memperkuat Jurnal Nasional Menengah sebagai Infrastruktur Pengetahuan Indonesia
RINGKASAN EKSEKUTIF
Per Juni 2026, ekosistem publikasi ilmiah Indonesia mencatat 29.376 jurnal dalam sistem GARUDA dengan lebih dari 5,22 juta artikel terindeks. Dari jumlah tersebut, hanya 15.456 jurnal yang berhasil meraih akreditasi SINTA. Yang lebih mengkhawatirkan, 68,45% dari jurnal terakreditasi terkonsentrasi di level SINTA 4 dan SINTA 5 — lapisan yang selama ini paling sedikit mendapat perhatian kebijakan.
Data ARJUNA 2022–2026 menunjukkan bahwa 98,80% dari 45.119 usulan akreditasi merupakan re-akreditasi, bukan pengajuan baru. Ini adalah sinyal "kelelahan sistemik": energi pengelola jurnal habis untuk bertahan, bukan untuk berkembang.
Di sisi lain, Indonesia sesungguhnya memiliki jurnal-jurnal yang telah menembus indeksasi Scopus dengan impact factor dan sitasi yang kompetitif — tersebar dari perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta, lembaga riset pemerintah, hingga lembaga independen di berbagai penjuru Indonesia. Kesenjangan antara puncak piramida dan lapisan menengah inilah yang menjadi fokus kajian ini.
Policy brief ini merekomendasikan pergeseran paradigma: dari sekadar mengejar kuantitas akreditasi menuju penguatan infrastruktur jurnal menengah sebagai fondasi kedaulatan pengetahuan nasional.
SITUASI EKOSISTEM PUBLIKASI NASIONAL
|
Sistem |
Indikator |
Data |
|
GARUDA |
Total jurnal terdaftar |
29.376 jurnal |
|
GARUDA |
Total artikel terindeks |
5,22 juta artikel |
|
SINTA |
Jurnal terakreditasi |
15.456 jurnal |
|
SINTA |
Proporsi di SINTA 4–5 |
68,45% |
|
ARJUNA |
Total usulan 2022–2026 |
45.119 usulan |
|
ARJUNA |
Proporsi re-akreditasi |
98,80% |
WAJAH DUA SISI: ANTARA PUNCAK DAN LAPISAN MENENGAH
A. Jurnal Indonesia yang Telah Menembus Scopus
Indonesia memiliki sejumlah jurnal yang telah berhasil meraih indeksasi Scopus dengan dampak sitasi yang signifikan. Keberhasilan ini tersebar lintas institusi dan lintas wilayah — dari universitas riset besar, universitas Islam negeri, hingga lembaga independen dan asosiasi profesi.
Beberapa di antaranya yang mencatatkan sitasi tertinggi adalah International Journal of Electrical and Computer Engineering (Institute of Advanced Engineering and Science, 50.297 sitasi), Gadjah Mada International Journal of Business (Universitas Gadjah Mada, 36.213 sitasi), Jurnal Pendidikan IPA Indonesia (Universitas Negeri Semarang, 21.846 sitasi), dan Journal on Mathematics Education (Universitas Sriwijaya, 16.974 sitasi).
Di bidang keagamaan dan hukum Islam, jurnal-jurnal dari UIN di berbagai kota juga menunjukkan performa kompetitif: Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam (Universitas KH. Abdul Chalim, impact 16,53), Jurnal Pendidikan Islam (UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 6.540 sitasi), Journal of Indonesian Islam (UIN Sunan Ampel, 5.421 sitasi), SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam (UIN Ar-Raniry, 5.990 sitasi), serta Jurnal Ilmiah Islam Futura (LP2M UIN Ar-Raniry, 5.251 sitasi).
Yang patut dicatat secara khusus adalah keberhasilan lembaga-lembaga non-kampus. Jurnal Ilmiah Peuradeun (SCAD Independent, 6.904 sitasi, impact 13,81) membuktikan bahwa lembaga independen non-universitas mampu menembus indeksasi Scopus dan bersaing secara global. Demikian pula APTISI Transactions on Technopreneurship (Pandawan Sejahtera Indonesia, 6.282 sitasi) dan JHCLS (Lembaga Contrarius Institute, 2.226 sitasi) yang diterbitkan oleh lembaga swasta independen.
Dari lembaga pemerintah, REINWARDTIA (Penerbit BRIN) dan Makara Journal of Science (Universitas Indonesia, 5.275 sitasi) mewakili kontribusi riset dasar. Sementara Dental Journal (Universitas Airlangga, 6.409 sitasi) dan International Journal of Public Health Science (Intelektual Pustaka Media Utama, 7.708 sitasi) mewakili bidang kesehatan.
Tabel 2. Sebagian Jurnal Indonesia Terindeks Scopus — Berdasarkan Bidang (Per Juni 2026)
|
Bidang |
Nama Jurnal |
Penerbit |
SINTA |
Sitasi |
|
Sains & Teknik |
Int'l Journal of Electrical and Computer Engineering |
Inst. of Advanced Engineering and Science |
S1 |
50.297 |
|
Ekonomi |
Gadjah Mada Int'l Journal of Business |
Universitas Gadjah Mada |
S1 |
36.213 |
|
Pendidikan Sains |
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia |
Universitas Negeri Semarang |
S1 |
21.846 |
|
Pendidikan Mat. |
Journal on Mathematics Education |
Universitas Sriwijaya |
S1 |
16.974 |
|
Kesehatan Masy. |
Int'l Journal of Public Health Science |
Intelektual Pustaka Media Utama |
S2 |
7.708 |
|
Kedokteran Gigi |
Dental Journal |
Universitas Airlangga |
S2 |
6.409 |
|
Humaniora & Sosial |
Jurnal Ilmiah Peuradeun |
SCAD Independent |
S1 |
6.904 |
|
Hukum Islam |
SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga & Hukum Islam |
UIN Ar-Raniry |
S1 |
5.990 |
|
Sains |
Makara Journal of Science |
Universitas Indonesia |
S2 |
5.275 |
|
Agama & Humaniora |
Jurnal Ilmiah Islam Futura |
LP2M UIN Ar-Raniry |
S1 |
5.251 |
|
Agama & Sosial |
Journal of Indonesian Islam |
UIN Sunan Ampel |
S1 |
5.421 |
|
Teknologi & Bisnis |
APTISI Transactions on Technopreneurship |
Pandawan Sejahtera Indonesia |
S1 |
6.282 |
|
Pendidikan Islam |
Jurnal Pendidikan Islam |
UIN Sunan Gunung Djati Bandung |
S1 |
6.540 |
|
Pendidikan Islam |
Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam |
Universitas KH. Abdul Chalim |
S1 |
7.979 |
|
Hukum |
Legality: Jurnal Ilmiah Hukum |
Universitas Muhammadiyah Malang |
S1 |
3.259 |
|
Kehutanan |
Indonesian Journal of Forestry Research |
Asosiasi Peneliti Kehutanan Indonesia |
S2 |
2.636 |
|
Botani & Ekologi |
REINWARDTIA |
Penerbit BRIN |
S2 |
1.562 |
B. Potensi Tersembunyi: Jurnal SINTA 4–5 Berdampak Tinggi
IDENTIFIKASI MASALAH STRUKTURAL
REKOMENDASI KEBIJAKAN
PENUTUP
- SINTA Kemdiktisaintek (sinta.kemdiktisaintek.go.id), diakses 4 Juni 2026
- GARUDA & ARJUNA Kemdiktisaintek, data 2022–2026
- Statistik ISSN Perpustakaan Nasional RI, 2026
- Kompas.id: "Menjaga Integritas Publikasi yang Tidak Lagi Sekadar Menyembah Angka", 13 Juli 2025
- Higher Education Research and Development, Vol. 44, 2025
- Journal of Education and Social Sciences, 2026.

