MJM 2026: Event Lari yang Menggerakkan Ekonomi dan Pariwisata Yogyakarta
Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 bukan sekadar ajang kompetisi lari biasa. Event yang digelar pada 21 Juni 2026 di kawasan Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, berhasil menciptakan dampak ekonomi signifikan bagi wilayah setempat sambil mengintegrasikan olahraga, budaya, dan wisata.
Rekor Partisipasi Terbesar
MJM 2026 mencatat rekor partisipasi tertinggi sepanjang penyelenggaraan sejak 2017 dengan 10.200 pelari dari 17 negara. Sebanyak 70 persen peserta berasal dari luar Yogyakarta, menunjukkan daya tarik event ini bagi wisatawan nasional maupun internasional.
Tema "More Than a Race"
Event bertema "More Than a Race" ini dijabarkan dalam empat ekspresi utama:
Experience: Pengalaman lari ikonik melewati rute dengan sentuhan budaya Jogja
Celebration: Perayaan budaya Yogyakarta yang khas
Trip to Jogja: Perjalanan wisata ke berbagai destinasi Yogyakarta
Impact: Dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal.
Dampak Ekonomi Nyata
Penyelenggaraan MJM terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui berbagai sektor:
|
Sektor |
Pertumbuhan (MJM 2025) |
|
Belanja masyarakat |
11,6% |
|
Transportasi |
21,9% |
|
Kuliner/restoran |
10% |
|
Perhotelan |
6,4% |
Secara bulanan, Yogyakarta mencatat pertumbuhan belanja sebesar 7 persen pada bulan penyelenggaraan MJM, tiga kali lipat dari rata-rata bulan biasa yang hanya 0,8 persen.
Sinergi Olahraga, Budaya, dan Wisata
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan menyatakan bahwa MJM dirancang untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi pelari sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program sosial dan pemberdayaan ekonomi.
Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi menekankan bahwa hadirnya ribuan peserta beserta pendampingnya mendorong peningkatan okupansi hotel, kunjungan destinasi wisata, aktivitas kuliner, hingga transaksi produk UMKM lokal.

