Pegadaian dan KSEI Resmi Kerja Sama, ETF Emas Siap Meluncur pada 2026

Pegadaian dan KSEI Resmi Kerja Sama, ETF Emas Siap Meluncur pada 2026

PT Pegadaian dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menjalin kemitraan strategis melalui penandatanganan Pakta Integritas (PK). Langkah ini menandai keanggotaan Pegadaian sebagai Pemegang Rekening KSEI dan menjadi fondasi penting untuk peluncuran Exchange Traded Fund (ETF) Emas di pasar Indonesia pada paruh kedua tahun 2026.

MoU ETF Emas Syariah Dibuat Desember 2025

Sebelumnya, pada 19 Desember 2025, Pegadaian bersama sejumlah institusi pasar modal telah menyepakati Nota Kesepahaman (MoU) terkait ETF Emas Syariah di Indonesia. Kolaborasi ini melibatkan PT Bahana TCW Investment Management, PT Mandiri Sekuritas, Bank CIMB Niaga, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan KSEI.

Penandatanganan MoU dilakukan di Jakarta dengan tujuan memperkuat sinergi dalam pengembangan produk dan layanan investasi berbasis komoditas emas yang terintegrasi bagi masyarakat Indonesia.

Pegadaian Menjadi Pemegang Rekening KSEI

Dengan status baru sebagai Pemegang Rekening KSEI, Pegadaian memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjadi Member Kustodian dan memperoleh wewenang mencatat Gold Receipt (EGR) langsung dalam sistem KSEI, yaitu Central Depository and Book-Entry Settlement (C-BEST).

EGR adalah efek kepemilikan emas yang menjamin emas fisik dan tercatat secara elektronik dalam sistem KSEI. Emas fisik yang mendasari EGR akan disimpan dan dikelola oleh Pegadaian sebagai lembaga penyimpan emas yang telah mendapatkan izin dari OJK untuk menjalankan kegiatan usaha bullion.

Dampak untuk Ekosistem Investasi Emas

Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan respons untuk memperkuat sistem Bank Emas melalui inovasi investasi ETF Emas.

Samsul, perwakilan dari KSEI, mengungkapkan bahwa keanggotaan Pegadaian sebagai Pemegang Rekening KSEI merupakan langkah penting untuk menyambut perkembangan EGR dan ETF Emas, sebagai bagian dari upaya memperluas pilihan produk investasi di pasar modal Indonesia.

Kehadiran ETF Emas di pasar domestik diharapkan dapat memberikan alternatif investasi bagi masyarakat dan membentuk rantai layanan investasi emas yang terintegrasi, mulai dari penyediaan emas, pengelolaan, penyimpanan yang terjamin oleh Pegadaian, serta mekanisme perdagangan yang efisien di pasar modal.

Capaian Impresif Bank Emas

Per 19 Desember 2025, Pegadaian telah mengukir capaian impresif dalam layanan Bank Emas dengan nilai transaksi perdagangan emas menembus Rp19,97 triliun.

Dengan dukungan infrastruktur dari KSEI dan inovasi ETF Emas, Pegadaian terus memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam ekosistem investasi emas di Indonesia.

Next Post Previous Post