Stasiun Karet dan BNI City Bakal Digabung November 2026: KAI Targetkan Integrasi Akhir Tahun Ini
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengonfirmasi bahwa penggabungan Stasiun Karet dan Stasiun BNI City akan dilaksanakan pada November atau Desember 2026. Rencana yang sempat ditargetkan rampung Desember 2025 ini mengalami penundaan dan kini dikejar untuk segera terealisasi tahun ini.
Faktar Seputar Penggabungan Stasiun
|
Aspek |
Detail |
|
Target Pelaksanaaan |
November–Desember 2026 |
|
Status Stasiun Karet |
Tidak ditutup, hanya diintegrasikan dengan BNI City |
|
Fasilitas Penghubung |
Travelator (eskalator datar) akan disiapkan KAI |
|
Proyek Induk |
Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas, target selesai 2027 |
|
Operasional Penumpang |
Naik-turun KRL di Stasiun BNI City, tidak lagi di Karet |
Latar Belakang & Progress
Penggabungan kedua stasiun ini merupakan bagian dari rencana besar penataan kawasan Dukuh Atas untuk meningkatkan konektivitas transportasi umum Jakarta. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya menegaskan bahwa Stasiun Karet tidak akan ditutup total, melainkan disambungkan langsung ke Stasiun BNI City melalui peron penghubung.
Fasilitas infrastruktur penghubung sebenarnya sudah hampir siap:
Peron telah diperpanjang
Gerbang tiket elektronik sudah terpasang
Jalur pejalan kaki antara kedua stasiun siap digunakan
Jarak tempuh jalan kaki antara kedua stasiun sekitar 5 menit
Diharapkan Meningkatkan Pengguna KRL
Penggabungan ini mendapat dukungan positif, termasuk dari Menteri Koordinator Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Pramono Anwar, yang yakin akan meningkatkan jumlah pengguna KRL dan mengurangi kemacetan Jakarta. Bobby Rasyidin menjanjikan integrasi akan "senyaman mungkin" untuk penumpang.
Integrasi Stasiun Karet-BNI City menjadi salah satu proyek kunci dalam pengembangan transportasi massal Jakarta yang diharapkan beroperasi penuh sebelum akhir 2026.

