Steam Machine Resmi Dijual, Harga Jauh Lebih Mahal daripada Konsol Generasi Baru
Valve akhirnya merilis Steam Machine, perangkat bergaya konsol yang membawa pengalaman PC ke ruang tamu, namun daftar harga resmi menunjukkan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan konsol generasi saat ini seperti PlayStation 5 dan Xbox Series X.
Harga dan varian
Steam Machine tersedia dalam beberapa varian penyimpanan: model 512 GB dan model 2 TB, serta opsi pembelian dengan atau tanpa Steam Controller; banderol dimulai dari sekitar USD 1.049 untuk varian 512 GB dan naik hingga USD 1.428 untuk varian 2 TB dengan controller.
Dalam rupiah, harga varian 512 GB diperkirakan berada di kisaran Rp 17–18 juta, sedangkan varian 2 TB dan paket bundel dengan controller bisa mencapai sekitar Rp 24–25 juta tergantung konversi dan pajak lokal.
Alasan harga tinggi
Valve menjelaskan bahwa Steam Machine dihargai mendekati biaya perakitan PC dengan spesifikasi serupa, bukan disubsidi seperti konsol tradisional, sehingga harga jualnya lebih mencerminkan komponen dan biaya produksi.
Media mencatat kenaikan harga disebabkan oleh faktor-faktor pasar komponen, terutama lonjakan harga memori (RAM/SSD) global yang memengaruhi biaya produksi perangkat keras ringkas ini.
Perbandingan dengan konsol lain
Bandingkan dengan PS5 dan Xbox Series X yang umumnya diposisikan lebih murah karena model bisnis subsidi perangkat keras; Steam Machine menempati segmen harga yang mendekati PC kelas menengah-tinggi, bukan konsol mainstream.
Karena harga lebih tinggi dan stok awal diperkirakan terbatas, konsumen yang mencari nilai per harga mungkin tetap memilih konsol generasi sekarang, sementara pengguna yang menginginkan ekosistem Steam dan fleksibilitas PC mungkin melihat Steam Machine sebagai opsi menarik meski mahal.
Ketersediaan dan catatan pembelian
Pengumuman menunjukkan ketersediaan awal terbatas; Valve tampak menargetkan pengguna yang sudah nyaman dengan ekosistem PC/Steam dan siap membayar premi untuk perangkat yang menggabungkan kemudahan konsol dengan fitur PC.
Valve juga menawarkan opsi bundel dengan Steam Controller, yang menaikkan harga paket; pembeli sebaiknya mempertimbangkan apakah membutuhkan controller resmi atau akan menggunakan perangkat input lain.
Dampak bagi ekosistem game
Steam Machine bisa mendorong lebih banyak pengembang untuk mengoptimalkan game PC ke antar-muka konsol, tetapi harganya yang tinggi mungkin membatasi adopsi massal dan menjadikannya produk niche di antara penggemar PC dan kolektor teknologi.
Jika berhasil menarik pengguna yang menghargai fleksibilitas Steam (mod, kompatibilitas library luas), perangkat ini dapat memperluas jangkauan Steam di ruang tamu meski tidak menyaingi volume penjualan konsol mainstream.

