Tekanan Jual Menguat, Harga Bitcoin Kembali Melemah

Tekanan Jual Menguat, Harga Bitcoin Kembali Melemah
(Foto Harga Bitcoin dari TradingView)
Harga Bitcoin jatuh pada perdagangan Rabu pagi, 24 Juni 2026, setelah tekanan jual dari investor institusional memicu arus keluar dana dari produk terkait ETF senilai sekitar Rp 1,2 triliun sejak 22 Juni 2026. Pelemahan ini kembali menekan sentimen pasar kripto secara umum.

Pada pukul 08.14 WIB, Bitcoin tercatat melemah sekitar 2,04 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, aset kripto terbesar itu juga masih bergerak dalam tekanan, seiring pasar yang cenderung berhati-hati menghadapi dinamika aliran dana dan kondisi makro global.

Arus keluar besar dari ETF Bitcoin menjadi faktor utama yang menekan harga. Saat investor institusional menarik dana, likuiditas di pasar spot ikut berkurang dan memicu aksi jual lanjutan. Kondisi ini membuat harga Bitcoin semakin sulit bertahan di level psikologis penting.

Dalam denominasi rupiah, nilai Bitcoin ikut tertekan dan bergerak di kisaran Rp 1,1–1,13 miliar per koin berdasarkan acuan harga yang digunakan sumber. Pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS juga ikut memengaruhi nilai aset kripto tersebut di pasar domestik.

Pelemahan Bitcoin tidak berdiri sendiri. Sejumlah aset kripto besar lainnya juga tercatat berada di zona merah pada hari yang sama, menandakan sentimen risk-off masih mendominasi pasar. Investor tampak menahan diri sambil menunggu kepastian arah pasar berikutnya.

Secara historis, pasar kripto memang tengah berada dalam fase yang sangat volatil sepanjang Juni 2026. Bitcoin sempat bergerak di kisaran US$59.000–63.000 dalam beberapa pekan terakhir, dengan tekanan dan pemulihan yang dipengaruhi oleh arus dana ETF, sentimen suku bunga, dan respons investor besar terhadap kondisi global.

Bagi investor ritel, situasi ini menjadi pengingat bahwa pergerakan Bitcoin dapat berubah cepat dalam hitungan jam. Pengelolaan risiko tetap penting, terutama bagi mereka yang menggunakan strategi jangka pendek atau menempatkan porsi besar aset pada kripto.

Secara keseluruhan, penurunan Bitcoin pada 24 Juni 2026 menunjukkan bahwa pasar masih sensitif terhadap arus modal institusional. Selama tekanan jual belum mereda, volatilitas kemungkinan masih akan mendominasi perdagangan aset kripto dalam waktu dekat.

Next Post Previous Post