Amman Mineral Manfaatkan AI untuk Meningkatkan Efisiensi dan Keberlanjutan Produksi
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), bagian dari PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), kini menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses produksi tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.
Penerapan AI tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan recovery rate mineral serta mendukung agenda keberlanjutan dan hilirisasi nasional.
Mengapa Amman Mineral Berpindah ke Sistem Cerdas?
Aktivitas penambangan Tembaga dan Emas di Batu Hijau telah berjalan puluhan tahun, sehingga tantangan utama kini adalah mempertahankan produktivitas, menjaga recovery rate, dan menekan biaya produksi dalam kondisi cadangan yang semakin kompleks. Dengan integrasi AI dan sistem otomatisasi, Amman Mineral berupaya menjawab tantangan tersebut melalui:
Pengeboran dan peledakan yang lebih presisi
Pemantauan material secara real-time
Optimalisasi proses penggilingan dan pengapungan mineral
Peningkatan recovery rate hingga 5,6% dibandingkan kinerja historis perusahaan.
Langkah ini sekaligus sejalan dengan visi perusahaan dalam membangun operasional tambang yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan.
Teknologi AI dan Otomasi yang Diterapkan di Batu Hijau
Amman Mineral telah mengintegrasikan beberapa teknologi kunci dalam Automated Mining System (AMS) yang didukung oleh AI dan sensor digital:
1. 4D Blasting untuk Peledakan Presisi
Teknologi 4D Blasting memungkinkan pemodelan peledakan dalam ruang dan waktu secara lebih akurat. Hasilnya, fragmentasi material menjadi lebih seragam, jumlah overblast berkurang, dan efisiensi proses bongkahan meningkat.
2. Digital Tracking untuk Pemantauan Material Real-Time
Dengan sistem digital tracking, setiap material yang keluar dari tambang dapat dipantau secara real-time. Informasi seperti lokasi, jenis material, dan volume dapat langsung diakses oleh operator dan tim manajemen, sehingga pengambilan keputusan lebih cepat dan tepat.
3. Froth Crowder dalam Optimasi Pemisahan Logam
Di tahap pengolahan, Froth Crowder berfungsi untuk meningkatkan efisiensi pemisahan logam dalam proses pengapungan. Teknologi ini membantu mengurangi kerugian mineral berharga dan meningkatkan recovery rate tembaga serta emas.
4. Double Flash Smelting di Fasilitas Smelter
Untuk sisi hilir, Amman Mineral menerapkan Double Flash Smelting di fasilitas smelter tembaga dan PMR (Plasma Melting Refinery). Sistem ini menghasilkan katoda tembaga berkualitas tinggi dengan efisiensi energi yang lebih baik, sehingga mendukung target produksi katoda dan emas sekaligus menurunkan intensitas energi per ton produk.
Dampak AI pada Kinerja Produksi dan Keberlanjutan
Penerapan AI dan otomasi di Batu Hijau telah memberikan beberapa dampak nyata:
Peningkatan Recovery Rate: AI membantu optimalisasi proses penggilingan dan pengapungan, meningkatkan recovery rate mineral hingga 5,6% dibandingkan kinerja historis perusahaan.
Efisiensi Operasional: Peledakan presisi dan pemantauan material real-time mengurangi tahap berulang, mempercepat siklus produksi, dan menurunkan biaya operasional per ton material.
Keamanan dan Lingkungan: Sistem otomatis mengurangi interaksi langsung manusia dengan area berbahaya, menurunkan risiko kecelakaan kerja, serta membantu menekan emisi dan dampak lingkungan melalui penggunaan energi yang lebih efisien.
Dukungan Hilirisasi: Dengan kualitas katoda tembaga yang lebih baik dan efisiensi energi yang meningkat, AI turut memperkuat peran Amman Mineral dalam program hilirisasi mineral nasional, termasuk rencana pembangunan smelter dan kawasan industri mineral.
Sinergi dengan Energi Bersih dan Agrovoltaic
Selain memanfaatkan AI di proses produksi, Amman Mineral juga membangun infrastruktur energi bersih yang mendukung operasional tambang. Perusahaan bersama Medco Power telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 26,8 MWp di wilayah Batu Hijau.
PLTS ini tidak hanya mengurangi emisi CO₂ sekitar 40 ribu ton per tahun, tetapi juga menurunkan biaya produksi listrik dari bahan bakar diesel serta menghilangkan risiko fluktuasi harga BBM. Menariknya, lahan PLTS juga dimanfaatkan untuk uji coba agrovoltaic, yaitu budidaya tumbuhan seperti semangka di bawah modul solar, sehingga lahan tidak hanya berfungsi sebagai pembangkit, tetapi juga sebagai lokasi produksi pertanian.
Integrasi antara energi bersih, AI, dan otomasi menjadikan Amman Mineral salah satu contoh operator tambang yang mengombinasikan teknologi cerdas dengan prinsip keberlanjutan.
Kontribusi bagi Ekonomi Sumbawa Barat dan Nasional
Tambang Batu Hijau menjadi salah satu motor penggerak ekonomi di Nusa Tenggara Barat. Melalui investasi besar di sektor hilirisasi, seperti pembangunan smelter dan kawasan industri mineral, Amman Mineral berkontribusi dalam:
Memperkuat daya saing daerah melalui peningkatan nilai tambah mineral
Meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal
Mendorong pengembangan industri pendukung di Sumbawa Barat
Mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tingkat nasional.
Penerapan AI dan otomasi memperkuat posisi Amman Mineral sebagai operator tambang modern yang mampu bersaing secara global, sekaligus menjaga tanggung jawab sosial dan lingkungan.

