Apple Naikkan Harga iPhone 18 Pro Max, Tapi Margin Bisa Masih Turun
iPhone 18 Pro Max diperkirakan akan dijual lebih mahal sekitar $200 dibandingkan seri sebelumnya, namun kenaikan harga itu belum cukup menutup lonjakan biaya komponen. Analisis Counterpoint menyebut bahwa margin per unit iPhone 18 Pro Max masih berpotensi turun, meskipun Apple sudah menaikkan harga.
Mengapa Harga iPhone 18 Pro Max Dianggap Naik $200?
Berdasarkan laporan dari Gizmochina yang merujuk pada analisis Counterpoint, biaya hardware iPhone 18 Pro Max bisa naik hampir $300 karena dua faktor utama:
Kenaikan harga chip prosesor yang lebih canggih dan berbasis proses 2 nm.
Kenaikan harga memori (DRAM dan NAND) yang sedang mengalami lonjakan signifikan di pasar global.
Survei supply chain menunjukkan beberapa angka penting:
Biaya 12 GB DRAM untuk iPhone 18 Pro bisa naik dari sekitar $39 di iPhone 17 Pro menjadi $145 di seri berikutnya.
Biaya 256 GB flash storage meningkat dari sekitar $13 menjadi $51 per unit.
Dengan total biaya komponen dan manufaktur iPhone 17 Pro sekitar $582, estimasi cost untuk iPhone 18 Pro diperkirakan bisa mencapai $726, atau naik sekitar 25%.
Untuk menjaga margin grosis sekitar 47% yang biasa dilacak Apple pada model Pro, secara matematis harga jual harus naik ke kisaran $1.370–$1.399, yang berarti kenaikan sekitar $200–$300 dari harga iPhone 17 Pro ($1.099).
Apakah Kenaikan $200 Sudah Cukup untuk Menjaga Margin?
Meskipun Apple kemungkinan akan menaikkan harga iPhone 18 Pro Max sekitar $200, laporan Counterpoint menyebut bahwa kenaikan itu belum sepenuhnya menutup lonjakan biaya hardware.
Jika biaya unit naik hampir $300, sementara harga hanya naik $200, maka implikasi langsungnya adalah:
Margin per unit menurun
Apple harus “mengorbankan” sebagian profitabilitas untuk menjaga daya tarik pasar.
Ini konsisten dengan ujaran CEO Tim Cook yang menyebut bahwa kenaikan harga di industri smartphone “unavoidable” (tidak bisa dihindari) karena tekanan biaya komponen.
Dengan strategi ini, Apple tampaknya lebih memilih:
Menjaga volume penjualan dan pangsa pasar,
Sementara margin per unit sedikit tergerus,
Diimbangi dengan pendapatan dari layanan (Apple Care, iCloud, Apple Music, dll.) dan ekosistem accessory.
Dampak Lonjakan DRAM dan NAND untuk Industri Smartphone
Lonjakan biaya DRAM dan NAND bukan hanya memengaruhi Apple, tapi seluruh industri smartphone. Data dari berbagai analis menunjukkan:
Harga DRAM naik sekitar 272% dalam periode tertentu, membuat smartphone premium semakin mahal secara struktur biaya.
Kenaikan ini mendorong banyak brand untuk:
Mengurangi kapasitas memori pada varian tertentu,
Atau menaikkan harga secara signifikan, terutama di segmen flagship.
Dalam konteks ini, Apple memilih untuk:
Tetap memberi konfigurasi 12 GB RAM pada iPhone 18 (bahkan varian dasar),
Menahan kenaikan harga pada beberapa model (misal iPhone 18 Pro diperkirakan tetap di $1.099 menurut beberapa analis),
Namun pada Pro Max dan perangkat foldable, kenaikan harga lebih terasa karena kombinasi kapasitas memori lebih besar dan fitur tambahan.

