Astra Agro Kembangkan Tiga Varietas Sawit Unggulan
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) terus memperkuat riset perbenihan kelapa sawit dengan mengembangkan tiga varietas unggulan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus ketahanan tanaman, sejalan dengan strategi efisiensi operasional yang berkelanjutan.
Fokus pada keberlanjutan dan efisiensi
Direktur Operasional Area Kalimantan Tengah Astra Agro, Hubbal Khoir Sembiring, menegaskan bahwa prinsip keberlanjutan telah menjadi bagian dari seluruh lini operasional perusahaan. Menurutnya, Astra Agro menggabungkan aspek people, plant, dan planet agar produktivitas dapat meningkat tanpa mengabaikan lingkungan.
“Bagi Astra Agro, sustainability harus hadir dalam setiap proses operasional. Kami mengombinasikan people, plant, dan planet agar produktivitas dapat ditingkatkan tanpa mengabaikan aspek lingkungan. Seluruh proses tersebut dijalankan dengan GCG sebagai landasan,” ujar Hubbal.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar hasil produksi, tetapi juga memastikan tata kelola yang baik atau good corporate governance (GCG) berjalan dalam setiap proses bisnis.
Tiga varietas sawit unggulan
Tiga varietas unggulan yang dikembangkan Astra Agro adalah DxP AAL Lestari, DxP AAL Sejahtera, dan DxP AAL Nirmala. Ketiganya telah dirilis Kementerian Pertanian sejak 2021 setelah melalui riset selama 10 tahun.
Varietas tersebut memiliki sejumlah keunggulan, antara lain produktivitas minyak yang tinggi, rasio jenis kelamin yang seimbang, serta laju pertumbuhan tinggi tanaman yang tergolong lambat. Karakteristik ini dinilai penting karena dapat mendukung efisiensi pengelolaan kebun dalam jangka panjang.
Berikut capaian produktivitas masing-masing varietas:
DxP AAL Lestari: TBS 32,1 ton per hektare per tahun dan minyak 9,1 ton per hektare per tahun.
DxP AAL Sejahtera: TBS 31,5 ton per hektare per tahun dan minyak 9,2 ton per hektare per tahun.
DxP AAL Nirmala: TBS 30 ton per hektare per tahun dan minyak 8,6 ton per hektare per tahun.
Varietas turunan tahan Ganoderma
Pada 2025, Astra Agro juga meluncurkan varietas turunan yakni DxP AAL Lestari MRG, DxP AAL Sejahtera MRG, dan DxP AAL Nirmala MRG. Varietas ini dilengkapi ketahanan moderat terhadap penyakit Ganoderma, yang dikenal sebagai salah satu ancaman serius dalam budidaya kelapa sawit.
Selain pengembangan benih, perusahaan turut memperkenalkan pupuk hayati ASTEMIC berbasis mikroba. Produk ini diklaim mampu memangkas penggunaan pupuk kimia hingga 25 persen, sehingga mendukung efisiensi biaya sekaligus pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan.
Dorong produktivitas berkelanjutan
Pengembangan varietas unggul dan inovasi pupuk hayati menunjukkan komitmen Astra Agro dalam memperkuat daya saing bisnis sawit di tengah tuntutan efisiensi dan keberlanjutan. Riset yang dilakukan perusahaan juga menjadi bagian penting untuk memastikan produktivitas tetap tinggi tanpa mengorbankan kualitas lingkungan.
Dengan penguatan riset perbenihan ini, Astra Agro menegaskan posisinya sebagai salah satu perusahaan perkebunan yang terus beradaptasi melalui inovasi teknologi, tata kelola yang baik, dan pendekatan berkelanjutan.

