BCA Gandeng Masyarakat di Labuan Bajo Dorong Sektor Gastronomi

BCA Gandeng Masyarakat di Labuan Bajo Dorong Sektor Gastronomi

Bakti BCA, program dari PT Bank Central Asia Tbk., kembali hadir di Labuan Bajo dengan fokus pada peningkatan keterampilan gastronomi bagi masyarakat lokal. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program #BuktiBakti yang menyasar kawasan pariwisata prioritas di Indonesia Timur, khususnya Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Konteks Program Bakti BCA di Labuan Bajo

Labuan Bajo dikenal sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dengan potensi alam bawah laut yang mendunia, namun pengembangan sektor pendukung seperti kuliner lokal masih perlu ditingkatkan. BCA, yang sejak 2022 telah membuka KCP (Kantor Cabang Pembantu) Labuan Bajo, berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Program Bakti BCA di Labuan Bajo sebelumnya telah mencakup layanan operasi katarak, pemeriksaan kesehatan mata, dan pelatihan matematika menggunakan metode Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) untuk guru dan siswa. Kini, fokus kegiatan bergeser ke peningkatan keterampilan gastronomi, yang sangat relevan dengan kebutuhan industri pariwisata dan peluang pengembangan UMKM kuliner lokal.

Tujuan dan Bentuk Kegiatan Gastronomi

Kegiatan peningkatan keterampilan gastronomi oleh Bakti BCA bertujuan untuk:

Meningkatkan kompetensi teknis pelaku kuliner – melalui pelatihan praktis seperti cooking demonstration, teknik pengolahan bahan pangan lokal, dan standarisasi produk.

Mengoptimalkan potensi bahan pangan tradisional – seperti keladi (talas), jagung, dan hasil laut, yang dapat diinovasi menjadi produk kuliner bernilai ekonomi tinggi.

Mendorong pembentukan identitas gastronomi lokal – agar Labuan Bajo tidak hanya dikenal lewat keindahan alam, tetapi juga lewat kuliner khas yang memiliki daya saing.

Bentuk kegiatan yang biasanya dilakukan meliputi:

Pelatihan pengolahan dan inovasi produk kuliner berbasis bahan lokal (misalnya keladi mustofa, bakso keladi, jagung Bose, Se’i).

Sesi branding dan desain gerai kuliner, termasuk edukasi tentang interior, arsitektur, dan komunikasi visual untuk meningkatkan daya tarik usaha.

Pendampingan UMKM dalam meningkatkan standar produksi dan kualitas produk agar memenuhi peluang pasar wisata premium.

Dampak bagi UMKM dan Pariwisata Labuan Bajo

Bagi Pelaku UMKM Kuliner

Peningkatan keterampilan teknis membuka peluang inovasi produk baru yang lebih menarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

Edukasi branding dan desain gerai membantu UMKM tampil lebih profesional, sehingga meningkatkan nilai jual dan kepercayaan konsumen.

Standarisasi produksi mendukung integrasi UMKM ke dalam rantai pasok hotel, resort, dan restoran di kawasan pariwisata.

Bagi Destinasi Pariwisata

Kuliner khas yang kuat menjadi bagian dari pengalaman wisata, memperkuat identitas dan daya tarik Labuan Bajo.

UMKM kuliner yang lebih kompetitif mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda.

gastronomi lokal yang terstandar menjadi salah satu faktor pendukung konsep wisata premium yang diarahkan Kemenparekraf.


Next Post Previous Post