Bitcoin Berpeluang Rebut Level 65.000 Dolar
Bitcoin kembali mendapat dorongan dari meredanya inflasi AS dan ekspektasi bahwa The Fed tidak akan agresif menaikkan suku bunga, sehingga peluang BTC menembus area 65.000 dolar menguat. Sentimen ini juga didukung oleh pandangan Morgan Stanley yang masih optimistis terhadap prospek harga Bitcoin dalam jangka lebih panjang.
Kenapa Inflasi Penting
Data inflasi yang melambat biasanya membuat pasar lebih yakin bahwa suku bunga akan bertahan atau turun lebih cepat, dan itu cenderung positif untuk aset berisiko seperti Bitcoin. Saat imbal hasil obligasi melemah dan dolar AS tertekan, Bitcoin sering mendapatkan ruang reli yang lebih baik.
Sinyal Dari Pasar
| (Foto Harga Bitcoin dari TradingView) |
Peran Morgan Stanley
Morgan Stanley disebut tetap melihat potensi besar pada Bitcoin, bahkan ada proyeksi jangka panjang yang sangat optimistis dari salah satu eksekutifnya. Meski begitu, adopsi Bitcoin di kalangan penasihat keuangan masih berjalan lebih lambat, sehingga katalis jangka pendek tetap lebih banyak bergantung pada data makro seperti inflasi dan kebijakan suku bunga.
Risiko Yang Perlu Diperhatikan
Meski sentimennya membaik, Bitcoin masih rentan terhadap penolakan di area resistance dan aksi ambil untung setelah reli cepat. Jika level support penting gagal dijaga, harga bisa kembali terkoreksi ke area 58.000–62.000 dolar.

