Bitcoin (BTC) Rebound ke 60.000 Dollar AS, Usai Pernyataan Ketua The Fed soal Inflasi
Kronologi pergerakan harga
| (Foto Harga Bitcoin dari TradingView) |
Dampak terhadap pasar kripto
Pernyataan Warsh langsung memicu reaksi positif di pasar kripto:
Bitcoin memangkas pelemahan yang sempat terjadi dan kembali diperdagangkan di atas 60.000 dolar AS.
Sentimen makroekonomi yang lebih positif mendorong investor risiko kembali masuk ke aset kripto, meskipun reli penuh masih tergantung pada arah kebijakan The Fed di pertemuan mendatang.
Analis sebelumnya juga mengingatkan bahwa volatilitas yang didorong oleh keputusan FOMC bisa mengembalikan BTC ke area dukungan sekitar 60.000 dolar AS jika penjual kembali dominan. Saat ini, perkiraan tersebut tampak “terbantu” oleh pernyataan Warsh yang lebih menenangkan pasar.
Konteks kebijakan The Fed
Pernyataan ini penting karena terjadi di belakang layar beberapa pertemuan The Fed yang sebelumnya cenderung hawkish:
Suku bunga acuan sempat dipertahankan di rentang 3,50–3,75 persen, dengan sikap yang menurunkan peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Di sisi lain, ada sinyal bahwa beberapa pembuat kebijakan Fed bahkan mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada akhir 2026, di tengah risiko inflasi yang masih dinilai tinggi.
Pernyataan Warsh di Juli 2026 seolah “menyeimbangkan” narasi: inflasi lebih terkendali, tetapi target 2 persen tetap ketat dan tidak akan berubah_ENGINE. Ini membuat pasar kripto dapatliefer lebih optimis tanpa harus menunggu penurunan suku bunga yang terlalu agresif.
Implikasi bagi investor di Indonesia
Bagi investor kripto di Indonesia, termasuk di Pekanbaru, ada beberapa konsekuensi:
Kenaikan harga BTC dalam dolar AS akan memengaruhi nilai portofolio dalam rupiah, tergantung pada kurs USD/IDR.
Sentimen positif dari The Fed bisa mendorong lebih banyak aliran dana ke aset kripto global, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan altcoin lainnya.
Namun, volatilitas tetap tinggi; setiap perubahan narasi The Fed (hawkish/dovish) bisa menyebabkan koreksi cepat, sehingga investor harus tetap berwaspada dan tidak mengandalkan satu sentimen saja.
Secara keseluruhan, rebound Bitcoin ke 60.000 dolar AS pada 2 Juli 2026 adalah respons langsung terhadap pernyataan Kevin Warsh yang meredakan kekhawatiran inflasi tinggi, sekaligus menegaskan komitmen The Fed terhadap target inflasi 2 persen. Reli berkelanjutan masih akan sangat bergantung pada arah kebijakan suku bunga The Fed di pertemuan berikutnya.

