Bitcoin (BTC) Rebound ke 60.000 Dollar AS, Usai Pernyataan Ketua The Fed soal Inflasi

Bitcoin (BTC) Rebound ke 60.000 Dollar AS, Usai Pernyataan Ketua The Fed soal Inflasi
Harga Bitcoin (BTC) kembali menembus level 60.000 dolar AS pada KIamis, 2 Juli 2026, usai Ketua The Fed Kevin Warsh menyatakan bahwa risiko inflasi telah mereda dan menegaskan komitmen bank sentral AS untuk mengembalikan inflasi ke target 2 persen.

Kronologi pergerakan harga

Bitcoin (BTC) Rebound ke 60.000 Dollar AS, Usai Pernyataan Ketua The Fed soal Inflasi
(Foto Harga Bitcoin dari TradingView)
Sebelum kabar pernyataan Warsh muncul, Bitcoin sempat mengalami pelemahan dan tergores tekanan di bawah 60.000 dolar AS. Namun, setelah pernyataan tersebut dirilis, BTC memulihkan posisinya dan kembali diperdagangkan di atas level 60.000 dolar AS, berhasil “menghapus” sebagian besar penurunan yang sebelumnya terjadi.

Pergerakan ini terjadi di tengah pasar yang sangat sensitif terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed, mengingat beberapa pertemuan sebelumnya justru memperkuat sinyal hawkish dan menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari CoinDesk pada Kamis, 2 Juli 2026, Warsh menyampaikan beberapa poin kunci:

Risiko inflasi di Amerika Serikat telah menurun.

The Fed tidak akan merasa nyaman dengan target inflasi di atas 2 persen; jika ada rumah tangga, pelaku usaha, hingga pelaku pasar keuangan yang mengira demikian, “mereka akan kecewa”.

Bank sentral AS berkomitmen mewujudkan stabilitas harga di negara tersebut.

Pernyataan bernada “tapi tetap tegas pada target 2 persen” ini dinilai pasar cukup positif:inflasi dianggap lebih terkendali, sehingga potensi penyesuaian kebijakan moneter ke arah yang lebih ramah risiko menjadi lebih terbuka dibandingkan scenario inflasi stagnan tinggi.

Dampak terhadap pasar kripto

Pernyataan Warsh langsung memicu reaksi positif di pasar kripto:

Bitcoin memangkas pelemahan yang sempat terjadi dan kembali diperdagangkan di atas 60.000 dolar AS.

Sentimen makroekonomi yang lebih positif mendorong investor risiko kembali masuk ke aset kripto, meskipun reli penuh masih tergantung pada arah kebijakan The Fed di pertemuan mendatang.

Analis sebelumnya juga mengingatkan bahwa volatilitas yang didorong oleh keputusan FOMC bisa mengembalikan BTC ke area dukungan sekitar 60.000 dolar AS jika penjual kembali dominan. Saat ini, perkiraan tersebut tampak “terbantu” oleh pernyataan Warsh yang lebih menenangkan pasar.

Konteks kebijakan The Fed

Pernyataan ini penting karena terjadi di belakang layar beberapa pertemuan The Fed yang sebelumnya cenderung hawkish:

Suku bunga acuan sempat dipertahankan di rentang 3,50–3,75 persen, dengan sikap yang menurunkan peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Di sisi lain, ada sinyal bahwa beberapa pembuat kebijakan Fed bahkan mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada akhir 2026, di tengah risiko inflasi yang masih dinilai tinggi.

Pernyataan Warsh di Juli 2026 seolah “menyeimbangkan” narasi: inflasi lebih terkendali, tetapi target 2 persen tetap ketat dan tidak akan berubah_ENGINE. Ini membuat pasar kripto dapatliefer lebih optimis tanpa harus menunggu penurunan suku bunga yang terlalu agresif.

Implikasi bagi investor di Indonesia

Bagi investor kripto di Indonesia, termasuk di Pekanbaru, ada beberapa konsekuensi:

Kenaikan harga BTC dalam dolar AS akan memengaruhi nilai portofolio dalam rupiah, tergantung pada kurs USD/IDR.

Sentimen positif dari The Fed bisa mendorong lebih banyak aliran dana ke aset kripto global, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan altcoin lainnya.

Namun, volatilitas tetap tinggi; setiap perubahan narasi The Fed (hawkish/dovish) bisa menyebabkan koreksi cepat, sehingga investor harus tetap berwaspada dan tidak mengandalkan satu sentimen saja.

Secara keseluruhan, rebound Bitcoin ke 60.000 dolar AS pada 2 Juli 2026 adalah respons langsung terhadap pernyataan Kevin Warsh yang meredakan kekhawatiran inflasi tinggi, sekaligus menegaskan komitmen The Fed terhadap target inflasi 2 persen. Reli berkelanjutan masih akan sangat bergantung pada arah kebijakan suku bunga The Fed di pertemuan berikutnya.

Next Post Previous Post