BMRI, BNI dan BRI Lepas Bisnis Asset Manajemen ke Danantara

BMRI, BNI dan BRI Lepas Bisnis Asset Manajemen ke Danantara

Tiga bank BUMN besar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), resmi melepas kepemilikan anak usaha bidang manajer investasi kepada PT Danantara Asset Management (DAM). Penandatanganan akta jual beli saham dilaksanakan pada 22 Juli 2026.

Dalam transaksi terpisah, Danantara mengakuisisi 19,5 juta lembar saham PT BRI Manajemen Investasi yang dimiliki BRI, setara dengan 65% dari seluruh modal ditempatkan dan disetorkan perusahaan tersebut. Sementara itu, Bank Mandiri melalui PT Mandiri Sekuritas dan Koperasi Simpan Pinjam Pegawai PT Bank Mandiri Persero menyerahkan 1.500 lembar saham PT Mandiri Manajemen kepada Danantara.

Bank BNI, melalui anak usahanya PT BNI Sekuritas, melepas 39,96 juta lembar saham PT BNI Asset Management kepada Danantara Asset Management. Dengan selesainya transaksi ini, ketiga bank tersebut tidak lagi memiliki saham pada perusahaan-perusahaan manajer investasi yang dilepas dan karenanya tidak akan mengkonsolidasikannya lagi dalam laporan keuangan, demikian pernyataan bersama BRI, BNI, dan Bank Mandiri dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (23/7/2026).

Langkah konsolidasi ini mengikuti inisiatif Danantara untuk menggabungkan empat perusahaan asset management milik BUMN — yaitu PNM Investment Management, BNI Asset Management, Mandiri Manajemen Investasi, dan BRI Manajemen Investasi — menjadi satu entitas. Rencana merger tersebut memilih Mandiri Manajemen Investasi sebagai surviving entity.

Menurut COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria, streamlining bukan tujuan akhir; tujuan utama adalah mengoptimalkan pengelolaan aset-aset BUMN agar lebih produktif. Keputusan konsolidasi itu diambil dalam rapat pada 7 Juli 2026 yang dihadiri oleh pimpinan Danantara, termasuk CEO sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta CIO Danantara Pandu Sjahrir.

Danantara memandang merger ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur kelembagaan, meningkatkan kapabilitas dan tata kelola, serta menciptakan efisiensi pengelolaan. Dengan bergabungnya empat manajer investasi tersebut, Danantara berharap dapat membentuk perusahaan asset management terbesar di Indonesia yang mampu mengintegrasikan portofolio aset BUMN, memperbesar daya tarik investasi, serta memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi pembangunan nasional.

 

Next Post Previous Post