BRI Perkuat Akses Pembiayaan UMKM Lewat Transformasi BRIvolution Reignite

 

BRI Perkuat Akses Pembiayaan UMKM Lewat Transformasi BRIvolution Reignite

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI terus memacu penguatan fundamental bisnis sekaligus daya saing di industri perbankan nasional melalui akselerasi transformasi bertajuk BRIvolution Reignite. Strategi ini diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan serta memperbesar dampaknya terhadap perekonomian nasional, sebagaimana dilaporkan Bloombergtechnoz.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BRI menegaskan bahwa prioritas transformasi tidak semata-mata mengejar kinerja finansial. Perseroan juga menempatkan perluasan akses keuangan, penguatan modal untuk sektor produktif, serta penyelarasan dengan program strategis pemerintah sebagai fokus utama.

Transformasi BRIvolution Reignite

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa kerangka kerja terpadu ini disusun untuk memperkuat struktur internal perseroan dalam merespons dinamika industri keuangan yang semakin kompetitif. Menurutnya, transformasi ini diharapkan mampu memberi nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.

“BRIvolution Reignite dirancang untuk memastikan BRI mampu tumbuh semakin sehat, efisien, dan berdaya saing, sekaligus tetap konsisten menjalankan perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan. Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen BRI untuk menghadirkan value creation yang semakin besar sejalan dengan arah strategis Danantara Indonesia,” ujar Hery.

Program transformasi ini dijalankan melalui dua pilar utama yang ditopang enam elemen penggerak. Pilar pertama adalah Transform the Funding Franchise, yang berfokus pada efisiensi pendanaan melalui peningkatan porsi dana murah atau CASA, serta optimalisasi layanan transaksi perbankan.

Pilar kedua adalah Revamp Existing Core and Build New Core. Melalui strategi ini, BRI memperkuat kredit mikro sebagai bisnis inti sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru pada segmen consumer banking.

Kinerja Keuangan Menguat

Dampak dari strategi transformasi tersebut mulai terlihat pada kinerja finansial BRI Group di triwulan I 2026. Total aset tercatat mencapai Rp2.250 triliun, naik 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penyaluran kredit dan pembiayaan juga tumbuh signifikan sebesar 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun. Di saat yang sama, BRI membukukan laba bersih konsolidasian senilai Rp15,5 triliun.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) turut menunjukkan hasil positif. Hingga triwulan I 2026, DPK BRI meningkat 9,4 persen secara tahunan menjadi Rp1.555,1 triliun. Kenaikan ini berhasil menekan biaya dana atau cost of fund dari 2,98 persen pada triwulan I 2025 menjadi 2,33 persen pada triwulan I 2026.

Dorong Pembiayaan UMKM

Penguatan struktur pendanaan memberi ruang lebih besar bagi BRI untuk memperluas pembiayaan ke sektor produktif, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hingga akhir Juni 2026, total penyaluran KUR BRI telah mencapai Rp103,81 triliun kepada sekitar 2 juta debitur di seluruh Indonesia. Penyaluran ini didominasi oleh sektor-sektor penting bagi perekonomian rakyat.

Sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan 869.285 debitur atau 42,68 persen. Sementara itu, sektor perdagangan menempati posisi berikutnya dengan 647.440 debitur atau sekitar 32,34 persen dari total penyaluran.

Komitmen pada Ekonomi Kerakyatan

Langkah BRI melalui BRIvolution Reignite memperlihatkan bahwa transformasi perusahaan tidak hanya diarahkan untuk memperkuat kinerja internal, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Fokus pada pendanaan murah, penguatan bisnis inti, dan ekspansi pembiayaan UMKM menegaskan posisi BRI sebagai bank yang tetap berpihak pada ekonomi kerakyatan.

Dengan dukungan ekosistem Danantara Indonesia, BRI diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Next Post Previous Post