BSI Tuntaskan Transformasi IT, Ambisi Jadi Big Bank Baru Indonesia
Transformasi ini merupakan bagian dari agenda strategis BSI selama satu tahun terakhir yang dijalankan dengan dukungan dan supervisi Danantara, dan diharapkan menjadi langkah penting untuk mencapai visi menjadi Top 5 Global Islamic Bank serta memiliki 40 juta nasabah pada 2030.
Apa yang Dilakukan dalam Transformasi IT?
Transformasi IT BSI mencakup pemutakhiran infrastruktur dan arsitektur sistem pendukung layanan digital, sehingga lebih cepat, skalabel, dan aman. Langkah ini dirancang untuk memperkuat fondasi ekspansi bisnis, baik di segmen retail maupun korporasi, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan nasabah.
Dengan infrastruktur IT yang lebih matang, BSI dapat mendukung peningkatan transaksi digital, pengembangan produk baru, dan integrasi layanan yang lebih baik antar wilayah.
Target “Big Bank” dan Naik Kelas ke KBMI 4
BSI menargetkan menjadi “big bank” dalam 2–3 tahun ke depan dengan masuk ke kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4, yang mensyaratkan modal inti minimal Rp70 triliun. Ambisi ini sejalan dengan rencana BSI untuk:
- Memiliki modal inti Rp70 triliun sebelum 2030
- Total aset Rp1.000 triliun
- 40 juta nasabah
- Return of equity (ROE) mencapai 25% pada 2030.
Untuk mencapai KBMI 4, BSI menyiapkan skema organik dan nonorganik, termasuk potensi penguatan modal melalui Danantara sebagai salah satu katalis transformasi skala usaha.
Kinerja Keuangan dan Posisi Strategis
Hingga Mei 2026, BSI membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp3,39 triliun atau tumbuh 16,73% secara tahunan (YOY).
Pada 23 Januari 2026, BSI resmi berubah status menjadi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk., sehingga menjadi BUMN dan anggota Himbara kelima setelah Mandiri, BNI, BRI, dan BTN. Status BUMN ini membuka ruang fleksibilitas bisnis yang lebih luas, termasuk dalam strategi ekspansi dan penguatan modal.
Implikasi untuk Industri Perbankan Syariah
Transformasi IT dan ambisi naik kelas ke KBMI 4 menempatkan BSI sebagai motor penggerak ekonomi syariah nasional, bukan hanya sebagai bank syariah terbesar, tetapi juga sebagai bank yang berpotensi menggeser dominasi bank konvensional dalam beberapa segmen.
Dengan fondasi digital yang lebih kuat dan target pertumbuhan nasabah yang besar, BSI diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan syariah, meningkatkan inklusi keuangan, dan memperkuat peran sebagai bank rujukan bagi masyarakat Muslim di Indonesia.

