China Bentuk Guangyan Investment untuk Memperkuat Pasokan Mineral Global
China resmi membentuk badan investasi negara bernama Guangyan International Investment Co. (Guangyan Investment) untuk memperkuat dan mempersatukan pasokan mineral kritis dari luar negeri, terutama di tengah persaingan geopolitik dengan Amerika Serikat dan upaya G7 membentuk aliansi mineral kritis sendiri.
Inti Pembentukan Guangyan Investment
Guangyan Investment adalah perusahaan investasi milik negara yang didirikan pada 2024 dengan modal terdaftar 60 miliar yuan (sekitar US$8,9 miliar). Perusahaan ini sebagian besar dimiliki oleh raksasa mineral milik negara China Minmetals Corp. dan akan beroperasi di bawah koordinasi langsung dari National Development and Reform Commission (NDRC), lembaga perencana ekonomi utama China.
Tugas utama Guangyan Investment mencakup tiga fungsi inti:
Memberikan dukungan kepatuhan (compliance) bagi perusahaan China yang beroperasi di negara lain.
Memfasilitasi pembiayaan untuk kesepakatan pertambangan lintas negara.
Melakukan perencanaan dan koordinasi sektor terkait investasi pertambangan keluar negeri secara terpusat.
Dengan struktur ini, China mengubah strategi pertambangan luar negeri dari yang sebelumnya bersifat “ad hoc” dan tersebar, menjadi sistem terintegrasi yang digerakkan oleh institusi negara.
Tujuan Strategis: Mengamankan Pasokan Mineral Kritis
Pembentukan Guangyan Investment merupakan bagian dari upaya China untuk:
Mengurangi risiko geopolitik yang mengancam akses ke sumber daya mineral seperti tembaga, lithium, kobalt, nikel, dan logam tanah jarang.
Koordinasi investasi antar-perusahaan besar seperti Zijin Mining, China Baowu, dan China Minmetals agar tidak saling bersaing di pasar global, melainkan bergerak sebagai satu blok.
Berubah dari “price-taker” menjadi “price-setter” di pasar komoditas global, termasuk mulai memengaruhi harga tembaga, kobalt, lithium, dan nikel.
Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan China yang semakin ketat terhadap ekspor logam tanah jarang dan penerapan sistem kuota yang mencakup bahan baku impor, sehingga cengkeraman terhadap rantai pasok global semakin kuat.
Perluas Manuver Strategis untuk Amankan Pasokan Sumber Daya Alam, Bentuk Guangyan International Investment Co.
Pemerintah China juga semakin agresif memperluas langkah-langkah strategis untuk mengamankan pasokan sumber daya alam di pasar internasional. Langkah ini terjadi di tengah persaingan yang kian ketat dengan negara-negara Barat yang berupaya membatasi dominasi Beijing pada rantai pasokan mineral vital.
Menurut laporan Bloombergtechnoz, Beijing membentuk entitas investasi pertambangan baru bernama Guangyan International Investment Co., atau dikenal pula sebagai Vast Rock International Investment Co.
Badan di Bawah NDRC
Perusahaan investasi baru ini beroperasi di bawah naungan Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC), lembaga perencanaan ekonomi pusat China.Penempatan Guangyan di bawah NDRC menandakan bahwa upaya pengamanan sumber daya tersebut dipandang sebagai prioritas kebijakan strategis negara, bukan sekadar inisiatif korporasi semata.
Dampak bagi Indonesia dan Pasar Global
Bagi Indonesia, strategi China ini bisa menjadi model penting:
China tidak hanya mengandalkan cadangan domestik, tetapi aktif akuisisi tambang dan kerja sama pasokan di luar negeri.
Indonesia, yang memiliki cadangan besar nikel dan mineral kritis lainnya, bisa belajar dari strategi ini untuk meningkatkan nilai tambah perusahaan tambang nasional melalui investasi dan diversifikasi sumber pasok.
Di tingkat global, pembentuk Guangyan Investment memperketat persaingan dengan:
G7, yang baru membentuk “Critical Minerals Resilience and Production Alliance” untuk mengurangi ketergantungan mineral kritis terhadap China, dengan target ketergantungan di bawah 60% pada 2030.

