Google Bawa Nano Banana 2 ke Google Earth, Bisa Apa Saja?
Google kembali bikin gebrakan di dunia AI dengan membawa Nano Banana ke Google Earth. Integrasi ini membuat pengguna bisa menghasilkan gambar berbasis lokasi nyata langsung dari tampilan peta, sehingga pengalaman menjelajahi bumi jadi lebih interaktif dan kreatif.
Nano Banana sendiri merupakan model image generation and editing milik Google DeepMind yang kini dipakai untuk membantu pengguna memvisualisasikan lokasi dengan cara yang lebih imajinatif. Fitur ini hadir di versi web Google Earth dan memungkinkan pembuatan visual dari sejarah, desain properti, hingga infografis lokasi tertentu.
Apa Itu Nano Banana?
Nano Banana adalah model AI gambar milik Google yang dirancang untuk menghasilkan dan mengedit visual dengan kualitas tinggi. Dalam konteks Google Earth, model ini dipakai untuk membuat gambar yang tetap terhubung dengan lokasi asli di peta, bukan sekadar gambar acak dari prompt teks biasa.
Dengan pendekatan ini, Google ingin menggabungkan data geografis nyata dengan kreativitas AI. Hasilnya, pengguna bisa melihat bagaimana sebuah tempat mungkin terlihat di masa lalu, seperti reruntuhan bersejarah, atau membayangkan transformasi suatu area di masa depan.
Fitur Nano Banana di Google Earth
Melalui integrasi ini, pengguna Google Earth bisa memanfaatkan AI untuk beberapa skenario menarik. Google dan laporan media menyebutkan bahwa fitur ini dapat digunakan untuk membuat visual sejarah, konsep properti, serta infografis berbasis lokasi.
Berikut beberapa kemampuannya:
Menampilkan visual lokasi di masa lalu, misalnya rekonstruksi sejarah sebuah situs.
Membuat rencana properti atau konsep pengembangan lahan.
Menghasilkan infografis berdasarkan tempat tertentu, seperti landmark terkenal.
Membantu visualisasi proyek sebelum dibangun.
Cara Kerjanya
Fitur ini bekerja dengan menggabungkan tampilan satelit, aerial, dan data 3D di Google Earth dengan prompt teks dari pengguna. Jadi, AI tidak bekerja dari nol, tetapi memakai lokasi yang sedang dibuka sebagai dasar pembuatan gambar.
Menurut laporan yang beredar, pengguna cukup memilih lokasi di Google Earth versi web, lalu menekan opsi untuk membuat gambar dan menuliskan deskripsi yang diinginkan. Hasilnya akan mengikuti area geografis yang sedang dilihat sehingga lebih relevan dengan lokasi nyata.
Ketersediaan dan Catatan
Fitur Nano Banana di Google Earth dilaporkan tersedia secara global di web dan belum hadir di aplikasi iOS maupun Android. Beberapa laporan juga menyebut fitur ini tidak tersedia di Google Earth Pro desktop, setidaknya pada tahap awal peluncuran.
Google juga menyiapkan penanda provenance seperti SynthID dan C2PA untuk membantu membedakan konten buatan AI dari gambar asli. Ini penting karena hasil yang dibuat adalah visual sintetis, bukan foto satelit real-time.

