IHSG Hari Ini, Jumat 10 Juli ke Level 5.918

IHSG Hari Ini, Jumat 10 Juli ke Level 5.918
(Foto IHSG dari Google Finansial)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat 10 Juli 2026, ditutup menguat di level sekitar 5.918 pada perdagangan sesi I. Penguatan ini didorong oleh sentimen positif dari pasar Asia dan aliran beli di beberapa saham berbobot, terutama di sektor energi dan properti.

Posisi dan Pergerakan IHSG Sesi I

Pada penutupan sesi I, IHSG berada di level 5.918,47, naik 0,10% atau sekitar 6 poin dari level sebelumnya. Independen dari data penutupan resmi sesi II maupun sesi penuh, penguatan ini masih relatif tipis, namun menunjukkan minat beli yang konsisten di tengah sentimen global yang mendukung.

Secara komposisi, jumlah saham yang menguat mencapai 405 dari total saham yang tercatat, sedangkan saham yang turun lebih sedikit. Rasio ini mencerminkan dominasi aksi beli di sebagian besar emiten yang diperdagangkan pada sesi I hari ini.

Top Gainers dan Saham yang Menarik Perhatian

IHSG Hari Ini, Jumat 10 Juli ke Level 5.918
(Foto Saham PGEO dari Google Finansial)
Beberapa saham yang menjadi top gainers hari ini antara lain:

PGEO (Pertamina Geo) – tercatat sebagai salah satu penguat utama di sektor energi.

HRTA (Harta Pasir) – turut menyumbang kenaikan di sektor properti dan bahan baku.

ADRO (Adaro Energy) – salah satu emiten energi yang kembali mendapat minat beli kuat.

Selain itu, saham RANS (Rans Entertainmen) menonjol dengan kenaikan signifikan, bahkan mencapai sekitar 34% dalam perdagangan sesi I. 

Kenaikan RANS ini terkait dengan berita pemegang saham baru yang masuk dalam daftar pemegang 1% emiten, termasuk figur publik Haji Isam.

Sentimen Pasar dan Faktor Pendukung

Penguatan IHSG hari ini sebagian besar dipengaruhi oleh:

Sentimen positif pasar Asia – indeks Nikkei 225 naik 1,8%, sementara KOSP juga menguat 4%, yang mendorong indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang naik 1%.

Kondisi rupiah yang menguat – nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat di level Rp18.069 per USD pada sesi I, memberi ruang bagi investor untuk lebih percaya diri dalam membeli aset domestik.

Minat pada sektor properti – sektor properti memimpin penguatan dan bahkan tiga saham di sektor ini menyentuh batas ARA (Auto Rejection Atas).

Para analis pasar juga masih menyampaikan pandangan optimistis terhadap jangka panjang, dengan beberapa tokoh seperti Boy Thohir dan Anindya Bakrie menyebut IHSG berpotensi kembali ke level 9.000 di masa depan, meskipun saat ini masih berada di level jauh di bawah rekor tertinggi 9.174,47 yang terealisasi pada pertengahan 2026.


Next Post Previous Post