IHSG Hari Ini, Senin 13 Juli ke Level 5.951
| (Foto IHSG dari Google Finansial) |
Di awal perdagangan Senin, 13 Juli, IHSG melanjutkan tren konsolidasi dan berhasil menembus ke area 5.951, menguji resistance psikologis terdekat di bawah 6.000.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase wait-and-see, dengan investor menunggu lebih banyak sinyal dari:
Kebijakan moneter Bank Indonesia dan Fed
Data inflasi dan pertumbuhan ekonomi global
Kinerja emiten besar, terutama di sektor perbankan dan komoditas
Level Support dan Resistance IHSG
Berdasarkan prediksi analis yang dirilis untuk perdagangan Senin (13/7), IHSG diperkirakan bergerak dalam kisaran:
Support: 5.904 – 5.880
Resistance: 5.939 – 6.000 – 6.050
IHSG telah menyentuh area mid-resistance di antara 5.939 dan 6.000. Jika volume pembelian tetap kuat dan breakout di atas 6.000 terjadi, target berikutnya bisa mengarah ke 6.050. Namun, jika tekanan jual muncul, IHSG berpotensi kembali menguji support di 5.904–5.880.
Sektor yang Mendorong
Pergerakan IHSG ke 5.951 sebagian besar didorong oleh:
Sektor perbankan – saham besar seperti BBRI, BBCA, dan BMRI menunjukkan kinerja positif seiring stabilisasi suku bunga dan arus dana asing yang masuk.
Sektor komoditas – terutama emiten terkait emas dan batu bara, yang diuntungkan oleh harga komoditas global yang relatif stabil.
Sektor konsumen – beberapa emiten konsumsi menunjukkan rebound setelah tekanan di minggu sebelumnya.
Outlook Jangka Pendek
Dalam jangka pendek, IHSG masih cenderung:
Konsolidasi di kisaran 5.850–6.050, dengan potensi tes ulang 6.000 jika momentum beli tetap kuat.
Volatilitas mungkin meningkat jika ada rilis data ekonomi global atau perubahan kebijakan moneter yang signifikan.
Untuk trader harian, area 5.930–5.960 bisa menjadi zona pivot penting: breakout di atas 5.960 mengarah ke 6.000, sedangkan breakdown di bawah 5.930 bisa menarik IHSG kembali ke 5.900 bahkan 5.880.

