Indeks Nikkei dan Kospi Hari Ini Melesat Usai Harga Minyak Anjlok
Sejumlah indeks saham acuan di bursa Asia menguat pada perdagangan Senin (27/7/2026), seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak turun tajam dan menurunkan tekanan inflasi. Peningkatan sentimen risiko mendorong investor kembali ke aset berisiko sebelum rangkaian pertemuan bank sentral dan laporan keuangan perusahaan sepanjang pekan ini.
Perkembangan kunci datang dari pernyataan yang dilaporkan Channel News Asia bahwa Iran menyatakan akan menghentikan serangan selama Amerika Serikat melakukan hal serupa. Pernyataan itu muncul ditengah laporan bahwa pasokan amunisi militer AS mulai menjadi perhatian, yang turut menambah tekanan bagi de-eskalasi.
Meski demikian, ancaman masih ada. Kelompok Houthi Yaman, sekutu Iran melanjutkan serangan terhadap instalasi minyak Saudi di sepanjang pantai Laut Merah, yang mengancam rute pelayaran penting bagi perdagangan minyak global.
Harga Minyak Dunia
| (Foto Harga Minyak Dunia dari TradingEconomics) |
Penurunan harga energi tersebut meredakan kekhawatiran terkait inflasi dan membuat pasar memperkecil kemungkinan kenaikan suku bunga agresif. Hal ini menjadi faktor penting menjelang pertemuan Federal Reserve yang dijadwalkan Rabu ini. Pasar memperkirakan adanya sekitar satu dari tiga kemungkinan kenaikan suku bunga, meskipun sebagian besar analis meragukan dukungan dari Ketua Fed untuk langkah tersebut.
Analis Goldman Sachs mencatat ketidakpastian yang tampak di kalangan pembuat kebijakan. “Investor melihat hasil pertemuan Juli sebagai sesuatu yang sangat tidak pasti, kemungkinan karena Fed baru‑baru ini terpecah, posisi Warsh sendiri masih belum jelas, dan beberapa peningkatan ketegangan dengan Iran terjadi selama periode pemadaman informasi,” ujar salah satu analis.
Menurutnya, meski kemungkinan ada suara yang menentang kenaikan, mayoritas anggota tampak tidak akan mendorong kenaikan minggu ini setelah data inflasi Juni yang lebih lemah.
Index Nikkei
| (Foto Index NIKKEI dari Google Finansial) |
Dengan kombinasi meredanya risiko geopolitik dan data inflasi yang relatif lunak, investor kini menantikan keputusan bank sentral serta laporan korporasi yang akan memberikan arah lebih jelas bagi pasar di sisa semester ini.

