JP Morgan Rekomendasikan Beli Saham Astra International

JP Morgan Rekomendasikan Beli Saham Astra International

Laba bersih PT Astra International Tbk (ASII) memang turun 26 persen secara tahunan menjadi Rp6,7 triliun pada kuartal II-2026, tetapi JP Morgan tetap mempertahankan rekomendasi overweight dan menyarankan investor mencicil pembelian saham ASII. Pandangan optimistis itu didukung oleh kinerja operasional otomotif yang masih solid serta potensi kenaikan harga saham menuju target Rp7.000 per saham.

Sepanjang semester I-2026, laba bersih ASII tercatat menyusut 22 persen menjadi Rp12,5 triliun. JP Morgan menilai pelemahan ini terutama dipicu oleh kinerja UNTR, sementara jika kontribusi UNTR dikeluarkan, laba inti ASII disebut mencapai Rp8 triliun, lebih tinggi dari proyeksi konsensus Rp7,3 triliun.

Bisnis Otomotif Masih Kuat

Di tengah tekanan laba konsolidasi, lini bisnis otomotif ASII masih mencatat hasil positif. Pada kuartal II-2026, segmen ini membukukan kenaikan laba bersih 19 persen secara tahunan menjadi Rp3,5 triliun, ditopang oleh distribusi, komponen, dan manufaktur otomotif yang tetap solid.

Kinerja PT Astra Daihatsu Motor (ADM) juga membaik, dengan margin laba bersih naik dari 5,5 persen pada kuartal II-2025 menjadi 7 persen pada periode yang sama tahun ini. Hal ini menunjukkan efisiensi operasional yang tetap terjaga di tengah tantangan kinerja grup.

Prospek Saham ASII

JP Morgan Rekomendasikan Beli Saham Astra International
(Foto Saham ASII dari Google Finansial)
Selain kinerja operasional, sentimen positif juga datang dari komitmen perseroan untuk memberikan total shareholder return dua digit dalam lima tahun ke depan. ASII juga sudah mengantongi izin buyback saham senilai Rp8 triliun, yang bisa menjadi penopang sentimen investor di pasar.

JP Morgan mempertahankan target harga saham ASII di Rp7.000 per lembar, atau berpotensi naik sekitar 41 persen dari harga sebelumnya Rp4.950. Dengan valuasi tersebut, saham ASII dinilai masih menarik untuk dicicil secara bertahap oleh investor yang membidik pemulihan kinerja ke depan.

Meski laba bersih ASII tertekan pada semester I-2026, fundamental bisnis otomotif dan dukungan aksi korporasi membuat JP Morgan tetap positif terhadap prospek sahamnya. Bagi investor jangka menengah hingga panjang, ASII masih dipandang memiliki ruang pemulihan yang menarik.

 

Next Post Previous Post