Kementerian ESDM Targetkan Distribusi B50 Capai 100 Persen pada Oktober
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia menerapkan biodiesel campuran 50 persen (B50) secara penuh pada 1 Oktober 2026.
Langkah ini diambil untuk memperluas pemanfaatan bahan bakar nabati setelah program B50 resmi berjalan sejak awal Juli 2026. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menyampaikan realisasi penyaluran B50 sejauh ini sudah mencapai 67 persen. Pernyataan tersebut disampaikan usai acara Pekan Riset Sawit Indonesia di Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).
"Target saya adalah 1 Oktober sudah full B50 di semua titik. Kemarin yang kita laporkan pada saat peresmian dengan Pak Presiden kan 67% sudah tersalurkan. Nah mudah-mudahan dalam beberapa minggu ini sudah nyampe lah 100%," ujar Eniya.
Patokan Volume dan Skema Kuota Fleksibel
Untuk mengatur kebutuhan pasokan nasional, Kementerian ESDM berencana menerapkan mekanisme pematokan kuota fleksibel. Saat ini kebutuhan biodiesel dipatok dalam rentang 16 sampai 18 juta kiloliter (KL). Pemerintah sedang menyiapkan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM yang memungkinkan revisi volume tahunan secara legal, sehingga penetapan dalam bentuk rentang (range) bisa digunakan untuk menyesuaikan dinamika kebutuhan lapangan.
"Mungkin ke depan, revisi volume dalam satu tahun itu bisa dilakukan. Jadi kita mulai pakai range lah seperti yang sekarang kita tetapkan 16-18 juta kan. Nah ke depan mungkin 18 sampai sekian juta. Jadi ada range-nya," tambah Eniya.
Masa Transisi dan Evaluasi
Pemerintah menjadwalkan masa transisi implementasi B50 selama empat bulan pertama untuk memantau efektivitas program di lapangan. Evaluasi menyeluruh terkait kelancaran pasokan dan capaian distribusi di seluruh titik SPBU akan dilakukan pada bulan Desember 2026.
"Nanti di Desember yang selama 4 bulan ini pertama kita lihat transisi. Apakah bisa berjalan dengan baik atau tidak. Apakah semua bisa dalam waktu 3 bulan itu menyelesaikan semua full B50," kata Eniya.
Perhatian pada Infrastruktur dan Distribusi Swasta
Selain kesiapan infrastruktur SPBU, Kementerian ESDM juga memperhatikan kapasitas distribusi dari pelaku usaha sektor swasta atau badan usaha non-BUMN. Langkah ini penting untuk memastikan rantai pasok biodiesel berjalan lancar hingga ke seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil.
Dampak dan Tantangan
Potensi pengurangan impor bahan bakar fosil dan peningkatan serapan produk kelapa sawit lokal.
Kesiapan mesin dan kendaraan untuk B50, serta kebutuhan uji kelayakan teknis di lapangan.
Ketersediaan dan stabilitas pasokan minyak sawit mentah (CPO) dalam jumlah besar untuk memenuhi target volume.
Dengan target implementasi penuh pada 1 Oktober 2026 dan mekanisme kuota fleksibel yang sedang disusun, pemerintah berharap perluasan penggunaan B50 dapat memperkuat nilai tambah produk sawit nasional sekaligus mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan. Evaluasi di Desember 2026 akan menjadi momen penting untuk menilai keberhasilan tahapan awal program ini.

