Keyakinan pada Bitcoin Terlihat dari Aksi CEO Strategy

Keyakinan pada Bitcoin Terlihat dari Aksi CEO Strategy:
CEO Strategy kini bernama Phong Le menyaksikan investasi hampir $1 juta yang ia lakukan pada saham preferen STRC hampir tepat satu tahun setelah pembelian, kembali ke posisi titik impas (break-even). 

Pemulihan ini terutama didorong oleh kenaikan dividen dan perbaikan harga saham, yang sekaligus memperkuat kepercayaan pada strategi perusahaan untuk tetap berfokus pada akuisisi Bitcoin.

Strategi Investasi STRC dan Titik Impas

Phong Le membeli saham preferen STRC senilai $1 juta pada Juni 2025 dengan harga sekitar $82,53 per saham, saat STRC masih diperdagangkan di bawah nilai nominalnya $100. Hal ini merupakan bagian dari strategi “equity lining” Strategy: menjual saham preferen untuk mendapatkan dana guna membeli Bitcoin, sambil menjaga insentif pemegang saham tetap seimbang.

Sekitar setahun kemudian, pada pertengahan Juli 2026, harga dan dividen STRC telah berkembang sehingga nilai investasi tersebut sudah kembali ke titik impas. Artinya, meskipun sebelumnya investasi ini sempat berada dalam kondisi kerugian tidak terealisasi, kini posisi Phong Le secara finansial sudah “balanced” tanpa perlu menunggu saham STRC mencapai nilai nominal $100.

Dividen dan Likuiditas Strategy

Kenaikan dividen STRC menjadi salah faktor utama yang membawa investasi ini ke titik impas. Pluang mencatat bahwa Strategy telah mulai menerapkan mekanisme pembayaran dividen pertama pada 30 Juni 2026, yang memberikan aliran pengembalian langsung bagi pemegang saham preferen.

Di sisi likuiditas, meskipun Strategy sempat menjual sebagian Bitcoin (misalnya 32 BTC dalam satu transaksi yang menggegerkan pasar) untuk menutup pembayaran dividen, cadangan dolar AS perusahaan justru meningkat hingga $1,4 miliar. Strategi tetap memegang 847.363 BTC, sehingga masih menjadi pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia.

 

Next Post Previous Post