Laba Bersih Bank Mandiri Kuartal I-2026 Tumbuh 16,6 Persen
Bank Mandiri catat kinerja solid pada kuartal I-2026 dengan laba bersih konsolidasi mencapai Rp15,4 triliun, naik 16,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi kredit yang kuat, kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK), dan kualitas aset yang tetap terjaga.
Kredit dan DPK Menguat
Penyaluran kredit bank only Bank Mandiri hingga akhir Maret 2026 mencapai Rp1.530 triliun, tumbuh 17,4 persen secara tahunan. Dari sisi pendanaan, DPK naik 21,1 persen menjadi Rp1.675 triliun, dengan CASA tumbuh 12,7 persen menjadi Rp1.201 triliun.
Pendapatan Naik
Pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) naik 11,1 persen menjadi Rp21,2 triliun. Sementara itu, pendapatan non-bunga bertambah 4,41 persen menjadi Rp8,24 triliun, sehingga total pendapatan perseroan mencapai Rp29,4 triliun atau tumbuh 9,15 persen secara tahunan.
Kualitas Aset Terjaga
Di tengah ekspansi bisnis, kualitas aset Bank Mandiri tetap solid. Rasio NPL turun menjadi 0,98 persen dari 1,01 persen pada Maret 2025, LAR membaik ke 6,13 persen, dan CoC turun menjadi 0,48 persen.

