Metaplanet Beli 2.823 Bitcoin Sepanjang Kuartal Dua 2026
Metaplanet kembali menambah simpanan Bitcoin dengan mengakuisisi 2.823 BTC pada kuartal kedua 2026, sehingga total kepemilikan korporat mereka mencapai tepat 43.000 BTC.
Pembelian ini dilakukan dengan harga rata-rata sekitar 12,71 juta yen per BTC atau setara USD 78.608–80.000 per koin, dan menjadikan Metaplanet sebagai perusahaan pemegang Bitcoin korporat terbesar ketiga di dunia sekaligus terbesar pertama di Asia.
Ringkasan Pembelian Q2 2026
Jumlah pembelian: 2.823 BTC pada April–Juni 2026.
Total simpanan: 43.000 BTC per 2 Juli 2026.
Nilai pembelian: 35,9 miliar yen atau sekitar USD 222 juta (sekitar Rp 3,98 triliun dengan asumsi kurs USD ≈ 17.970).
Harga beli rata-rata: 12,71 juta yen per BTC atau sekitar USD 78.608–80.000 per koin.
Nilai efektif: setelah disesuaikan dengan pendapatan dari bisnis income generation Bitcoin (terutama opsi), harga efektif pembelian turun ke sekitar USD 75.800 atau 12,09 juta yen per BTC.
Perbandingan dengan Kuartal Sebelumnya
Metaplanet menunjukkan penurunan laju pembelian di Q2 2026 dibandingkan periode sebelumnya:
Q3 2025: 17.473 BTC
Q4 2025: 4.279 BTC
Q1 2026: 5.075 BTC (total simpanan 40.177 BTC)
Q2 2026: 2.823 BTC (total simpanan 43.000 BTC).
Penurunan ini membuat Q2 2026 menjadi kuartal dengan pembelian terendah dalam rangkaian laporan Metaplanet sejak 2025, meskipun perusahaan tetap konsisten menambah posisinya.
Posisi Metaplanet di Dunia dan Asia
Dengan 43.000 BTC, Metaplanet menempati:
Posisi ketiga global sebagai perusahaan publik dengan cadangan Bitcoin terbesar, setelah:
“Strategy” (dulu MicroStrategy) yang memegang lebih dari 847.000 BTC, dan
Twenty One Capital yang berada di posisi kedua.
Perusahaan terbesar di Asia dalam hal kepemilikan Bitcoin korporat.
Ini menegaskan Metaplanet sebagai pionir strategi “Bitcoin treasury” di Asia, dengan fokus jangka panjang pada akumulasi Bitcoin sebagai aset inti portofolio.
Strategi Pendanaan dan Pendapatan Bitcoin
Metaplanet tidak hanya mengandalkan anggaran biasa untuk membeli Bitcoin, tetapi menggunakan kombinasi:
Penerbitan saham dan waran:
Pada awal 2026, Metaplanet menyelesaikan penjualan saham dan waran senilai USD 137 juta (sekitar Rp 2,29 triliun dengan kurs USD ≈ 16.790) untuk membeli lebih banyak Bitcoin, dengan waktu penggunaan dana hingga 16 Februari 2027.
Bitcoin income generation:
Bisnis berbasis opsi dan strategi terkait lainnya menghasilkan pendapatan hampir USD 11 juta di Q2 2026, yang digunakan untuk menurunkan biaya efektif per BTC.
Manajemen modal dan utang:
Perusahaan mengelola struktur modal dan utang untuk mendukung akuisisi Bitcoin secara berkelanjutan sambil menjaga stabilitas valuasi.
Target Ambisius Metaplanet
Meskipun laju pembelian Q2 2026 lebih rendah, Metaplanet tetap mempertahankan target jangka panjang:
Dahulu menargetkan 10.000 BTC pada akhir 2025 dan 21.000 BTC pada 2026.
Kemudian memperbarui target menjadi 100.000 BTC pada 2026 dan 1% total suplai Bitcoin pada 2027.
Pada 2025 juga ada rencana penggalangan dana hingga USD 3,7 miliar (sekitar Rp 60 triliun) lewat saham preferen untuk mencapai 210.000 BTC pada 2027.
Target ini menunjukkan bahwa Metaplanet masih memandang akumulasi Bitcoin sebagai bagian sentral dari strategi bisnis mereka, meski kecepatan pembelian bisa menyesuaikan kondisi pasar dan ketersediaan dana.
Implikasi untuk Pasar Bitcoin dan Investor
Aksi pembelian Metaplanet di tengah harga Bitcoin yang relatif fluktuatif (Bitcoin turun sekitar 14% di Q2 2026) memberikan beberapa sinyal penting:
Permintaan institusional Asia kuat: Metaplanet menjadi contoh bahwa investor institusional Asia semakin serius menjadikan Bitcoin sebagai aset treasury utama.
Stimulasi harga: Akuisisi besar-besaran dari institusi seperti Metaplanet dapat membantu menahan atau mendorong harga Bitcoin, terutama jika dilakukan secara konsisten.
Konsistensi strategi: Meski kecepatan pembelian menurun di Q2 2026, Metaplanet tetap menambah posisi dan bahkan menurunkan harga efektif per unit, yang menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap strategi Bitcoin treasury.

