Pegadaian Catat Laba Bersih Rp6,59 Triliun Semester I 2026 dengan Strategi Emas
PT Pegadaian (Persero) mencatatkan kinerja keuangan yang kuat pada paruh pertama 2026 dengan laba bersih sebesar Rp 6,59 triliun, atau naik 84,4% dibandingkan periode sama tahun lalu. Laporan yang diterima pada 27 Juli 2026 menunjukkan pertumbuhan tersebut didorong oleh strategi bisnis yang adaptif dan pengembangan ekosistem emas yang intensif.
Total aset perusahaan meningkat signifikan 53,9% menjadi Rp 186,33 triliun, sementara Outstanding Loan (OSL) gross naik 52,7% menjadi Rp 155,1 triliun. Kualitas pembiayaan juga terjaga; rasio Non-Performing Loan (NPL) turun dari 0,81% pada Juni 2025 menjadi 0,71% pada Juni 2026.
Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengapresiasi kepercayaan masyarakat dan kerja keras pegawai yang berperan pada pencapaian ini. “Alhamdulillah, Pegadaian terus membukukan pertumbuhan kinerja di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik saat ini. Terima kasih kepada Nasabah dan seluruh masyarakat Indonesia, atas kepercayaan terhadap produk dan layanan Pegadaian. Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian terus meningkatkan peran dan kontribusi dalam pembangunan ekonomi, untuk MengEMASkan Indonesia,” kata Damar.
Transformasi layanan dan penguatan ekosistem emas menjadi pilar strategi Pegadaian. Perusahaan terus menghadirkan produk dan layanan digital serta terintegrasi, seperti Layanan Bank Emas dan aplikasi Tring!, yang dirancang untuk memudahkan investasi emas oleh masyarakat.
Portofolio Layanan Bank Emas mencakup Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas, didukung jaringan penyimpanan emas berstandar internasional. Selain itu, Pegadaian menawarkan beragam produk investasi emas lainnya—Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Arisan Emas—serta produk pembiayaan seperti pembiayaan Haji dan Umrah, Kredit Mikro, Kredit Kendaraan, dan KUR Syariah.
Damar menilai emas tetap diminati sebagai aset safe haven. Dengan integrasi Layanan Bank Emas dan aplikasi Tring!, Pegadaian optimistis dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dan mewujudkan misi jangka panjang untuk “MengEMASkan Indonesia.”

