Pemerintah Siapkan Rp 300 Triliun untuk KUR 2026
Pemerintah Indonesia mengalokasikan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp300 triliun untuk tahun 2026 sebagai upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini bertujuan mendorong pertumbuhan usaha kecil dan meningkatkan inklusi keuangan di berbagai daerah.
Hingga Juli 2026, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp167 triliun atau hampir 60 persen dari target plafon. Angka tersebut menunjukkan respons signifikan dari pelaku UMKM serta peran aktif lembaga keuangan dalam menyalurkan kredit.
Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Helvi Yuni Moraza, menegaskan bahwa KUR merupakan salah satu instrumen utama pemerintah untuk memperkuat akses permodalan bagi UMKM. “Karena ini adalah yang dirancang pemerintah, nah khusus untuk pembiayaan kita menyiapkan lebih kurang Rp300 triliun untuk kemudahan pembiayaan UMKM dengan skema kredit KUR,” ujar Helvi usai mengikuti program Kumitra di Yogyakarta.
Helvi menambahkan bahwa upaya peningkatan penyaluran didukung oleh sinergi antara bank Himbara, bank swasta nasional, serta pelaku layanan online. “Update per Juli sudah terserap Rp167 triliun, artinya sudah mencapai hampir 60 persen. Inilah kenapa kami terus mengadakan kegiatan seperti ini dan juga dibantu Himbara, bank swasta nasional, pegiat online,” kata Helvi.
Pemerintah berharap alokasi plafon KUR yang besar dapat menstimulus pemulihan ekonomi lokal, memperkuat daya saing usaha mikro, dan mendorong penciptaan lapangan kerja melalui usaha skala kecil dan menengah.

