Peter Schiff: Crash Pasar Terbesar Akan Mulai dari Obligasi, Bukan Bitcoin
Menurut ekonom dan komentator pasar Peter Schiff, gelembung pasar terbesar berikutnya tidak akan meledak dari sektor kripto, melainkan dari pasar obligasi. Crisis yang dimulai di pasar surat utang AS akan kemudian “menular” ke pasar saham, properti, dan bahkan emas, sehingga mengancam seluruh sistem keuangan global.
Inti Peringatan Peter Schiff
| (Foto Harga Bitcoin dari TradingView) |
Mengapa Obligasi Jadi Titik Rawan?
Peter Schiff melihat beberapa faktor utama yang membuat pasar obligasi AS menjadi detonator krisis berikutnya:
Utang Nasional yang Tidak Terkendali
Ia memperkirakan utang AS akan menyentuh level yang sangat berbahaya dalam waktu dekat, bahkan sebelum akhir masa jabatan Presiden Trump periode kedua. Beban utang yang semakin besar membuat kebutuhan penerbitan utang baru terus meningkat, sehingga pasar obligasi semakin “terlalu penuh” dengan surat utang.
Yield yang Terus Naik
Imbal hasil Treasury 10-tahun dan 30-tahun telah menembus level yang belum terlihat sejak beberapa tahun terakhir. Schiff menyebut bahwa kenaikan yield ini bisa memicu dinamika “crash” jika investor mulai menolak membeli utang baru pada yield yang terlalu tinggi.
Kebijakan The Fed yang “Terpillar”
Schiff menilai hawkish Fed sudah “extinct” dan The Fed tidak lagi bisa mengendalikan inflasi dengan kebijakan suku bunga konvensional. Ia menyebut target inflasi 2% kini “pipe dream” dan fleksibilitas kebijakan semakin terbatas ketika utang sudah terlalu besar.
Dampak Jika Obligasi Crash
Jika pasar obligasi benar-benar mengalami crash, Schiff memprediksi dampak yang akan sangat luas:
Pasar Saham: Valuation saham, terutama saham teknologi dan “Mag 7”, akan terkoreksi keras karena kenaikan yield obligasi membuat instrumen pendapatan tetap lebih menarik dan menekan discount rate untuk valuation saham.
Properti: Mortgage rates akan naik signifikan, karena benchmark mortgage rates Amerika sangat terkait dengan yield Treasury. Schiff pernah menyebut bahwa mortgage rates bisa mencapai level 8% jika obligasi crash, level yang belum terlihat sejak 2000.
Emas: Meskipun emas sering dianggap safe haven, Schiff mengingatkan bahwa jika crash obligasi menyebabkan krisis likuiditas global, investor bisa menjual segala aset termasuk emas demi cash, sehingga harga emas bisa terapresiasi sangat kuat atau justru terjual dalam fase panic awal.
Posisi Bitcoin dan Crypto dalam Peringatan Schiff
Schiff menegaskan bahwa Bitcoin bukan “penyebab” atau “pemicu” crash, melainkan salah satu aset yang akan terkena dampak:
Ia menyebut bahwa penurunan crypto lebih disebabkan oleh faktor eksternal seperti yield obligasi yang naik, suku bunga, dan preferensi risiko global, bukan karena kegagalan teknologi.
Dalam pandangan Schiff, Bitcoin dan crypto akan tertekan ketika pasar obligasi mulai bermasalah, karena investor cenderung “risk-off” dan mengurangi posisi aset berisiko seperti kripto.
Strategi yang Disarankan Schiff
Meskipun tidak secara eksplisit memberikan rekomendasi investasi dalam artikel BeInCrypto, dari rangkaian wawancara Schiff dapat disimpulkan beberapa orientasi strategi:
Menghindari atau mengurangi porsi besar pada obligasi jangka panjang, terutama jika yield terus naik dan risiko inflasi tinggi.
Berhenti berasumsi “soft landing” dan mulai bersiap untuk skenario krisis utang sovereign yang lebih parah daripada 2008.
Alokasi ke aset nyata seperti emas dan perak, serta potensi miner, sebagai proteksi terhadap inflasi tertinggi dalam 250 tahun terakhir.

