PGN Garap Potensi Gas Metana Batu Bara di Tanjung Enim

PGN Garap Potensi Gas Metana Batu Bara di Tanjung Enim

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memperluas strategi ketahanan energi nasional melalui pengembangan coalbed methane (CBM) atau gas metana batubara di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Proyek ini menjadi bagian dari upaya PGN untuk memperkuat pasokan gas domestik, mendiversifikasi sumber energi, dan mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

Potensi dan Nilai Ekonomi CBM Tanjung Enim

Area kerja CBM di Tanjung Enim memiliki potensi yang sangat besar. PGN memperkirakan original gas in place (OGIP) mencapai sekitar 9,7 triliun kaki kubik (TCF), dengan estimasi nilai ekonomi sekitar US$ 15,4 miliar. Potensi ini menjadikan CBM Tanjung Enim salah satu sumber energi nonkonvensional yang strategis untuk kebutuhan industri dan pembangkit listrik di masa depan.

CBM adalah gas alam yang terperangkap di dalam lapisan batubara, terbentuk dari proses geologi material tumbuhan yang berubah menjadi batubara. Gas ini dapat diproduksi dan disalurkan sebagai gas alam yang siap digunakan, sehingga menjadi alternatif sumber daya energi domestik yang menjanjikan.

Strategi Pengembangan dan Target Penyaluran Gas

PGN menargetkan pengembangan CBM Tanjung Enim dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, penyaluran gas diperkirakan sekitar 1 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), dan seiring waktu akan ditingkatkan hingga mencapai 25 MMSCFD. Pengembangan ini merupakan bagian dari strategi PGN dalam mencari sumber pasokan gas nonkonvensional, seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi nasional.

Selain CBM, PGN juga mengembangkan potensi energi lain di Sumatera Selatan, seperti:

Biomethane dari limbah kelapa sawit

Synthetic Natural Gas (SNG) berbasis batubara

Kolaborasi dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dalam proyek SNG juga memperkuat posisi PGN dalam diversifikasi sumber energi dan ketahanan energi nasional.

Dukungan bagi Ketahanan Energi Nasional

Pengembangan CBM Tanjung Enim sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong BUMN energi bergerak di sektor midstream dan downstream, bukan upstream lagi. PGN didorong untuk terus memperluas pemanfaatan gas bumi, termasuk melalui program jaringan gas rumah tangga (Jargas), pembangunan infrastruktur gas, serta pengembangan energi baru terbarukan sebagai bagian dari transisi energi.

Dengan menyiapkan capital expenditure (capex) sebesar USD 353 juta pada 2026, PGN menegaskan komitmen其在 memperkuat infrastruktur gas dan kinerja sektor hulu, termasuk proyek CBM dan SNG. Investasi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan infrastruktur transmisi dan distribusi gas bumi, sekaligus meningkatkan produksi migas dan energi nonkonvensional.

 

Next Post Previous Post