Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Jumat, 10 Juli 2026
Berdasarkan pola pergerakan IHSG pekan ini dan pemetaan teknikal terkini, IHSG pada Jumat, 10 Juli 2026 diperkirakan bergerak sideways dengan bias sedikit positif di kisaran 5.950–6.100, dengan kemungkinan lanjutan penguatan menuju 6.150–6.200 jika dinding sell asing mereda dan ada sentimen positif dari sektor komoditas serta perbankan.
Untuk saham, fokus pada bank besar (BBRI, BBNI), emas (ANTM, MDKA), serta beberapa saham infrastruktur/konstruksi yang masih berada di atas area support teknikalnya.
Kondisi dan Sentimen Pasar Pekan Ini
IHSG pada perdagangan Selasa, 7 Juli 2026 ditutup menguat tipis di sekitar 5.916, dan pada 7 Juli 2026 tercatat naik ke level 5.986 poin, naik 1,19% dari sesi sebelumnya. Dalam sebulan terakhir, indeks naik sekitar 12%, meskipun masih 13% lebih rendah dibandingkan setahun yang lalu.
Beberapa hal yang perlu diwaspadai:
Posisi IHSG masih dibayangi aksi jual asing di beberapa saham unggulan, yang dapat membatasi penguatan lanjutan.
Secara struktural, IHSG masih berada dalam fase koreksi wave A pada skema tertentu, sehingga ruang koreksi menuju 5.700–5.800 masih terbuka jika tekanan jual berlanjut.
Namun, jika skenario “best case” terkonfirmasi (wave A selesai), maka IHSG berpotensi berbalik menguat menuju resistance 6.150–6.250 dan bahkan 6.400 pada level yang lebih tinggi.
Prediksi Teknis IHSG Jumat, 10 Juli 2026
Berdasarkan level support dan resistance yang kerap disebut analis untuk periode awal–pertengahan Juli 2026:
Support utama: 5.850–5.900
Support lanjutan: 5.750–5.800
Resistance awal: 6.050–6.100
Resistance lanjutan: 6.150–6.200
Skema pergerakan yang paling mungkin:
Sideways bias positif: IHSG bergerak di 5.950–6.100, dengan peluang breakout menuju 6.150–6.200 jika volume beli meningkat dan net buy asing muncul.
Koreksi terbatas: Jika sell asing meningkat, IHSG bisa menguji 5.850–5.900, namun masih berpotensi rebound di area support tersebut.
Breakout kuat: Di atas 6.100 dengan volume besar dapat membuka jalan menuju 6.200–6.250, terutama jika ada sentimen komoditas (emas, batu bara) yang menguat.
Rekomendasi Sektor dan Saham Jumat, 10 Juli 2026
Bank besar terus menjadi andalan karena valuasi relatif menarik dan arus dana asing yang masih cenderung masuk ke sektor ini:
BBRI – Bank Rakyat Indonesia
Reason: Fundamen kuat, dividen konsisten, dan sering menjadi favorit asing saat pasar rebound.
Strategi: Accumulate di area support 5.000–5.200 (asumsi harga adaptasi), holding untuk target 5.600–5.800.
BBNI – Bank Negara Indonesia
Reason: Kinerja kredit dan profitabilitas masih solid, cocok untuk portofolio defensif.
Strategi: Buy on weakness di area 5.300–5.450, target 5.800–6.000.
Emas & Komoditas (Harga Emas Global Masih Tinggi)
| (Foto Saham ANTM dari Google Finansial) |
ANTM – Aneka Tambang
Reason: Exposure emas dan bauxite, valuasi relatif moderat dibanding rekanan.
Strategi: Hold / Buy di area 2.300–2.400, target 2.600–2.750.
MDKA – Merdeka Copper Gold
Reason: Kombinasi emas dan copper, sering menjadi pilihan analis saat IHSG rebound.
Strategi: Accumulate di 2.000–2.100, target 2.300–2.450.
Infrastruktur & Konstruksi (Potensi Proyek Pemerintah)
| (Foto Saham PTRO dari Google Finansial) |
PTRO – Petrosea
Reason: Figur teknikal masih at support, sering direkomendasikan analis saat IHSG berpotensi menguat.
Strategi: Buy on weakness di 5.800–6.000, target 6.400–6.700.
BKSL – Sentul City
Reason: Saham properti/konstruksi yang sering masuk rekomendasi saat pasar rebound.
Strategi: Accumulate di 2.200–2.300, target 2.550–2.700.
Strategi Trading untuk Jumat, 10 Juli 2026
Untuk investor medium–long term:
Fokus pada BBRI, BBNI, ANTM, MDKA sebagai core holding.
Gunakan kondisi IHSG di 5.950–6.050 sebagai area akumulasi bertahap.
Untuk trader short term:
Pemain swing bisa memanfaatkan pergerakan sideways di 5.950–6.100 denganselective entry pada saham PTRO, BKSL, dan beberapa saham infrastruktur.
Gunakan stop loss ketat di bawah support utama masing-masing saham (misal 2–3% di bawah area buy).
Risk management:
Jika IHSG gagal menohok di atas 6.100 dan turun kembali ke 5.850–5.900, jangan mengejar beli di harga tinggi.
Prioritaskan saham dengan volume aktif dan likuiditas tinggi.
Disclaimer: Prediksi dan rekomendasi ini bersifat umum untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan wajib beli atau jual. Setiap keputusan investasi harus disesuaikan dengan profil risiko, tujuan investasi, dan kondisi portofolio masing-masing investor.

