Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Jumat, 24 Juli 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak melemah terbatas pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026, setelah pada perdagangan Kamis (23/7/2026) ditutup turun 0,30% atau 19,16 poin ke level 6.315,31. Pelemahan ini terjadi karena investor melakukan aksi ambil untung usai penguatan dalam beberapa sesi sebelumnya.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai IHSG masih berpotensi melemah dalam jangka pendek. Meski begitu, dalam jangka menengah IHSG dinilai masih punya ruang bergerak di rentang 6.290 hingga 6.510.
Sementara itu, analis lain, Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas, memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang terbatas. Ia memperkirakan support berada di 6.261 dan 6.137, sedangkan resistance ada di 6.416 hingga 6.546.
Sentimen yang Perlu Dicermati
Pergerakan IHSG masih dipengaruhi oleh beberapa sentimen utama, antara lain arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia, perkembangan geopolitik di Timur Tengah, dan kinerja emiten. Faktor-faktor ini membuat pasar cenderung berhati-hati meski tekanan jual diperkirakan tidak terlalu dalam.
Aksi profit taking juga menjadi salah satu alasan utama pelemahan indeks. Setelah menguat pada sesi sebelumnya, sebagian investor memilih mengamankan keuntungan menjelang akhir pekan.
Level Penting IHSG
Berdasarkan proyeksi analis, area yang perlu diperhatikan adalah:
Support: 6.261 dan 6.137.
Resistance: 6.416 hingga 6.546.
Rentang jangka menengah: 6.290 hingga 6.510.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih bergerak hati-hati dan cenderung konsolidatif sambil menunggu katalis baru dari pasar.
Berdasarkan rangkuman analis terbaru, beberapa saham yang bisa dicermati meliputi EMAS, ANTM, ADMR, CITA, DEWA, CUAN, PTRO, DSSA, ARKO, RAJA.
Disclaimer: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi dan analisis edukatif, bukan merupakan ajakan mutlak untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi dan manajemen risiko sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.

