Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Jumat, 31 Juli 2026
Sentimen Penggerak IHSG
Penguatan IHSG antara lain ditopang oleh kenaikan harga minyak Brent yang menembus di atas US$ 92 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah Amerika Serikat melakukan gelombang serangan udara baru terhadap Iran sebagai balasan atas serangan terhadap pasukan AS di Timur Tengah, sehingga memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global.
Dari sisi nilai tukar, rupiah justru melemah 0,17% ke level Rp 18.075 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi seiring menguatnya indeks dolar AS, meski The Fed masih mempertahankan suku bunga acuan.
Analisis Teknikal IHSG
Secara teknikal, IHSG masih berada di atas MA5, MA20, dan MA50, serta bertahan di atas level psikologis 6.000. Kondisi ini menunjukkan tren penguatan masih terjaga dalam jangka pendek.
Selain itu, Stochastic RSI disebut mendekati area oversold dan berpotensi mengalami golden cross, yang bisa menjadi sinyal tambahan bahwa peluang rebound masih terbuka. Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan menguji area 6.200–6.250 pada perdagangan Jumat.
Proyeksi Sekuritas
Phintraco Sekuritas menilai IHSG berpeluang melanjutkan penguatan ke area 6.200–6.250 pada perdagangan Jumat, 31 Juli 2026. Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan area penguatan terdekat IHSG berada pada rentang 6.172–6.219.
Proyeksi ini menunjukkan bahwa pasar masih memiliki ruang untuk bergerak positif, selama sentimen global dan domestik tetap mendukung.
Rekomendasi Saham
| (Foto Saham AADI dari Google Finansial)( |
Disclaimer: Artikel ini disusun hanya untuk keperluan informasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu terapkan manajemen risiko (stop loss) dan analisis mandiri sebelum melakukan transaksi.

