Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Rabu, 29 Juli 2026

Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Rabu, 29 Juli 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih cenderung bergerak variatif (volatile) dengan kecenderungan tertekan pada perdagangan Rabu, 29 Juli 2026. 

Tekanan arus keluar dana asing (net foreign sell), fluktuasi nilai tukar rupiah, serta kecemasan investor global menjelang pengumuman suku bunga Federal Reserve dan laporan keuangan raksasa teknologi global masih menahan laju indeks.

Meski demikian, rilis laporan keuangan kuartal II/2026 dari sejumlah emiten domestik diperkirakan menjadi katalis utama yang dapat menahan koreksi IHSG lebih lanjut.

Sentimen Pasar Lengkap

Wait and See Suku Bunga dan Global

Pasar saham global dan regional cenderung bertindak hati-hati menjelang pengumuman kebijakan moneter The Fed. Sektor teknologi dan semikonduktor global yang mengalami tekanan aksi jual turut memengaruhi sentimen risiko di pasar berkembang. 

Musim Laporan Keuangan (Earnings Season) Q2/2026

Sentimen utama domestik didorong oleh rilis kinerja keuangan semester I/2026. Investor menantikan realisasi kinerja emiten konsumer, perbankan, hingga teknologi seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang dijadwalkan merilis laporan keuangan pada 29 Juli 2026. 

Tekanan Net Foreign Sell

Aksi lepas portofolio oleh investor asing di pasar reguler masih membayangi pergerakan IHSG, sehingga pelaku pasar disarankan untuk mencermati level-level support teknikal.

Proyeksi Teknikal IHSG

Support: 6.111 – 6.125 

Resistance: 6.220 – 6.223 

Rekomendasi Saham Pilihan (29 Juli 2026)

Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Rabu, 29 Juli 2026
(Foto Saham INDY dari Google Finansial)
Berikut beberapa saham pilihan yang memiliki pola teknikal menarik dan berpeluang dimanfaatkan untuk strategi short-term trading maupun buy on weakness:

Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)

Strategi: Trading Buy 

Area Beli: Rp1.885 – Rp1.920

Target Harga (TP): Rp2.040, Rp2.150 

Stop Loss (SL): < Rp1.865 

Catatan: Didukung oleh peningkatan volume pembelian dan momentum penguatan sektor emas/komoditas.

Indika Energy Tbk (INDY) 

Strategi: Buy on Weakness 

Area Beli: Rp2.530 – Rp2.590

Target Harga (TP): Rp2.760, Rp2.890 

Stop Loss (SL): < Rp2.450 

Catatan: Pergerakan harga berhasil menembus Moving Average 60 (MA60) disertai peningkatan volume transaksi.

PGEO (PT Pertamina Geothermal Energy Tbk)

Strategi: Buy on Weakness 

Area Beli: Rp935 – Rp975 

Target Harga (TP): Rp1.055, Rp1.110 

Stop Loss (SL): < Rp900 

Catatan: Berada di fase konsolidasi sehat dan menguji area batas bawah sebelum potensi balik arah (rebound).

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)

Strategi: Trading Buy 

Area Beli: Rp1.975 – Rp2.000 

Target Harga (TP): Rp2.080, Rp2.270 

Stop Loss (SL): < Rp1.940 

Catatan: Masih mampu menjaga tren di atas MA60 dengan akumulasi volume beli yang konsisten.

Disclaimer: Artikel ini disusun hanya untuk keperluan informasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu terapkan manajemen risiko (stop loss) dan analisis mandiri sebelum melakukan transaksi. 

Next Post Previous Post