PT Bukit Asam Catat Penjualan Batu Bara 21 Miliar Ton

PT Bukit Asam Catat Penjualan Batu Bara 21 Miliar Ton

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan kinerja operasional yang solid pada semester I-2026 dengan volume penjualan batu bara mencapai 21,10 juta ton. Capaian ini ditopang oleh produksi sebesar 19,45 juta ton di tengah kondisi pasar yang relatif kondusif.

Penjualan domestik menjadi penopang utama kinerja PTBA. Hingga akhir Juni 2026, penjualan dalam negeri mencapai 10,77 juta ton atau 51 persen dari total penjualan, termasuk pasokan 7,78 juta ton ke Grup PLN.

DMO Melampaui Ketentuan

Dari sisi kewajiban pasar domestik atau Domestic Market Obligation (DMO), PTBA mencatat realisasi sebesar 55 persen dari total produksi. Angka ini jauh melampaui ketentuan minimum pemerintah yang sebesar 25 persen.

Di pasar ekspor, PTBA membukukan pertumbuhan 5 persen secara tahunan menjadi 10,33 juta ton. Ekspor tersebut mengalir ke sejumlah negara, antara lain Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.

Logistik dan Operasional

Kinerja operasional PTBA juga ditopang oleh keandalan operasi, penguatan rantai pasok, dan optimalisasi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. Sepanjang semester I-2026, PTBA mengangkut 18,15 juta ton batu bara, dengan jalur kereta api mendominasi pengangkutan sebanyak 17,47 juta ton.

Perseroan juga mencatat stripping ratio 5,26x melalui skema selective mining, masih di bawah target tahunan 5,63x. Selain itu, alokasi belanja modal terus diarahkan untuk penguatan infrastruktur, termasuk proyek angkutan Tanjung Enim–Kramasan dan pembangunan Inpit Conveyor Banko.

Prospek Semester II

Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan menyebut pencapaian semester I-2026 menjadi pondasi penting bagi perusahaan untuk terus menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan. Ia menegaskan PTBA akan melanjutkan penguatan keandalan operasional, efisiensi biaya, optimasi pasar domestik dan ekspor, serta penyelesaian proyek strategis pada semester II-2026.

Secara keseluruhan, capaian ini menunjukkan PTBA masih mampu menjaga pertumbuhan di tengah dinamika industri batu bara global. Kombinasi penjualan domestik yang kuat, ekspor yang meningkat, dan dukungan logistik menjadi faktor utama yang menopang kinerja perusahaan pada paruh pertama 2026.

 

Next Post Previous Post