Pupuk Indonesia Siap Tampung Pasokan Gas Pasokan Blok Andaman
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan gas bumi dari Blok Andaman sudah memiliki calon pembeli utama, yakni BUMN sektor pupuk PT Pupuk Indonesia (Persero). Kepastian adanya pembeli ini menjadi syarat penting sebelum fasilitas gas di blok tersebut beroperasi penuh.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan bahwa gas dari Blok Andaman baru dapat diproduksikan jika calon pembelinya sudah tersedia. Ia menegaskan bahwa pembeli gas tersebut berasal dari BUMN di sektor pupuk.
Fokus Serap Gas
Pemerintah menyiapkan skema penyerapan hasil produksi agar gas dari lapangan lepas pantai itu tidak terkendala saat mulai mengalir. Dalam perkembangan sebelumnya, Pupuk Indonesia juga telah menunjukkan komitmen pemanfaatan gas dari proyek migas Andaman untuk mendukung kebutuhan industrinya.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan proyek gas besar seperti Andaman tidak hanya menghasilkan pasokan energi, tetapi juga memberi kepastian pasar bagi produksi yang akan masuk ke sistem nasional.
Manfaat untuk Aceh
Di sisi lain, pemerintah menekankan bahwa pengembangan Blok Andaman juga harus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat Aceh. Laode menyebut sosialisasi akan diperkuat bersama akademisi, termasuk Universitas Malikussaleh, agar warga memahami bahwa gas tersebut juga diprioritaskan untuk kepentingan daerah.
Pemerintah juga masih membahas aspirasi masyarakat terkait pengelolaan dan pengolahan fasilitas di darat atau onshore melalui Rencana Pengembangan Lapangan (Plan of Development/POD). Menurut Laode, skema yang tepat akan dijelaskan agar semua pihak mendapat solusi yang saling menguntungkan.
Target Infrastruktur
Badan Pengelola Migas Aceh menyebut pengaliran gas jumbo dari Blok Andaman akan sangat bergantung pada selesainya proyek Pipa Transmisi Gas Bumi Dumai–Sei Mangkei. Proyek itu ditargetkan rampung pada akhir 2027, sehingga pengaliran penuh diperkirakan baru bisa berjalan mulai 2028.
Jaringan pipa eksisting Arun-Belawan serta jalur pipa control line Arun-Medan juga disiapkan untuk mendukung penyaluran gas ke Sumatra hingga Jawa. Dengan begitu, gas dari Andaman diharapkan bisa tersambung ke jaringan utama energi nasional.

