Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Jumat 31 Juli 2026
IHSG pada perdagangan Jumat, 31 Juli 2026, dibuka menguat dan masih berpeluang mempertahankan tren positif setelah sehari sebelumnya melonjak 1,56 persen ke level 6.186,36.
Sejumlah analis menilai indeks masih punya ruang naik ke area 6.219–6.266, dengan saham-saham big cap dan sektor tertentu tetap jadi penggerak utama pasar.
Pergerakan IHSG Hari Ini
Pada pembukaan perdagangan Jumat pagi, IHSG menguat 0,54 persen ke level 6.219,62 dan LQ45 juga ikut naik ke 621,40. Sentimen positif pasar masih ditopang oleh aksi beli di saham perbankan dan telekomunikasi, serta respons investor terhadap rilis kinerja emiten semester I-2026 dan kebijakan The Fed yang mempertahankan suku bunga.
Secara teknikal, IHSG masih diperkirakan bergerak dalam rentang 6.172–6.219 atau 6.130–6.260, tergantung skenario analisis masing-masing sekuritas. Area support yang sering disebut berada di kisaran 6.007 dan 5.839, sementara resistance terdekat ada di 6.266 hingga 6.377.
Rekomendasi Saham Hari Ini
| (Foto Saham TINS dari Google Finansial) |
Berikut ringkasan rekomendasi yang bisa dijadikan referensi:
|
Saham |
Rekomendasi |
Area penting |
|
BBCA |
Buy on breakout |
Support 6.000, resistance 6.700 |
|
AADI |
Trading buy |
Masuk radar analis untuk hari ini |
|
BBRI |
Trading buy / momentum |
Termasuk saham penggerak IHSG |
|
DEWA |
Trading buy |
Masuk daftar rekomendasi analis |
|
TINS |
Trading buy |
Masuk daftar rekomendasi analis |
|
BULL |
Trading buy |
Entry 436–446, target 468–486, SL <426 |
|
TKIM |
Trading buy |
Entry 6.175–6.275, target 6.475–6.800, SL <6.000 |
Sentimen Pasar
Penguatan IHSG hari ini ditopang oleh kombinasi faktor domestik dan global. Di dalam negeri, aksi beli pada saham-saham berkapitalisasi besar masih dominan, sementara secara eksternal pasar cenderung mencermati arah kebijakan moneter global dan agenda ekonomi penting pekan ini.
Investor asing juga tercatat masih membukukan net buy pada perdagangan sebelumnya, yang menjadi sinyal tambahan bahwa minat terhadap pasar saham Indonesia masih terjaga. Kondisi ini membuat strategi trend following dan buy on weakness masih relevan untuk dicermati, terutama pada saham dengan likuiditas tinggi.
Disclaimer: Artikel ini disusun hanya untuk keperluan informasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu terapkan manajemen risiko (stop loss) dan analisis mandiri sebelum melakukan transaksi.

