Tokopedia dan TikTok Shop Dorong UMKM Yogyakarta Naik Kelas

Tokopedia dan TikTok Shop Dorong UMKM Yogyakarta Naik Kelas

Upaya memperkuat kapabilitas pengusaha mikro terus digalakkan melalui kolaborasi lintas sektor. Tokopedia dan TikTok Shop bekerja sama dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia untuk membantu pelaku usaha mikro di Yogyakarta agar mampu naik kelas di era digital. Kerja sama ini diwujudkan dalam rangkaian kegiatan Kemudahan Usaha Mikro Bermitra (Kumitra) Jambore 2026 yang digelar di Teras Malioboro.

Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza, mengapresiasi inisiatif platform e‑commerce tersebut. Menurut Helvi, transformasi digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi bisnis secara langsung agar pelaku UMKM dapat berdaya saing dan tumbuh berkelanjutan. 

"Platform e‑commerce seperti Tokopedia dan TikTok Shop adalah salah satu elemen mitra strategis dalam penguatan UMKM. Komitmen untuk hadir langsung menunjukkan bahwa transformasi digital harus berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi bisnis agar makin banyak pengusaha UMKM dapat #JualanNyaman, berdaya saing, dan tumbuh berkelanjutan seiring perkembangan zaman," ujarnya saat meresmikan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM).

Potensi UMKM Yogyakarta sangat besar: tercatat 347.744 unit UMKM, di mana 329.487 merupakan usaha mikro. Menyadari potensi tersebut, Tokopedia dan TikTok Shop menghadirkan program pelatihan pembuatan konten pemasaran video dan pendampingan legalitas, termasuk bantuan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Vonny Susamto, Senior Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, menekankan pentingnya penguasaan konten digital di era discovery commerce. Kemampuan membuat video pendek dan melakukan sesi LIVE dinilai krusial karena keputusan belanja konsumen kini sangat dipengaruhi oleh konten yang autentik. 

Data kuartal I-2026 menunjukkan pemanfaatan fitur LIVE di Tokopedia dan TikTok Shop meningkat 39% secara tahunan dan mendorong lonjakan pesanan hingga 59%. Selama periode yang sama, penerbitan video pendek melonjak 79% dengan kenaikan transaksi mencapai 135%.

"Melalui sinergi Tokopedia dan TikTok Shop serta didukung oleh kekuatan penemuan (the power of discoverability) TikTok, pengusaha UMKM khususnya mikro di Indonesia, termasuk di Yogyakarta, diharapkan bisa terus bertumbuh dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan," kata Vonny.

Pendampingan legalitas juga dilaksanakan bersama Kementerian Perdagangan RI. Esti Aprilia Kurniawati, Analis Perdagangan, menyatakan bahwa program ini mempermudah pelaku usaha yang selama ini kesulitan mengurus perizinan secara mandiri. Salah satu peserta, Arom Melawati pemilik Ar‑H Batik, mengaku sangat terbantu. 

"Selama ini saya belum mengurus legalitas usaha karena tidak tahu harus mulai dari mana. Pendampingan seperti ini sangat membantu karena prosesnya menjadi lebih jelas dan saya jadi lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha dan #JualanNyaman ke depannya," ujarnya.

Selain pendampingan NIB, penjual juga dapat mengakses tata cara pendaftaran NIB dan pengurusan sertifikasi halal gratis melalui Pusat Edukasi Tokopedia dan TikTok Shop. Kepemilikan NIB dinilai membuka akses pembiayaan dan pembinaan, sementara sertifikat halal dapat memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan kepercayaan konsumen.

Kegiatan kolaboratif ini menjadi contoh nyata bagaimana platform digital, pemerintah, dan pelaku terkait dapat bersinergi untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di tingkat lokal. Dengan dukungan kapabilitas digital dan akses legalitas yang lebih mudah, pelaku usaha mikro di Yogyakarta mendapat peluang lebih besar untuk naik kelas dan bersaing di pasar yang semakin terdigitalisasi.

 

Next Post Previous Post