Anime TV Giant Ojō-sama Ungkap Visual dan Jajaran Staf, Tayang Januari 2027
Anime TV Giant Ojō-sama resmi mengungkap visual terbaru, jajaran staf utama, serta jadwal penayangan perdananya yang ditetapkan pada Januari 2027. Anime ini diadaptasi dari manga karya Nikumura Q dan diproduksi oleh Tatsunoko Production.
Giant Ojō-sama Tayang Januari 2027
Situs resmi anime Giant Ojō-sama dibuka pada Jumat, 6 Agustus 2026. Bersamaan dengan pembukaan tersebut, pihak produksi membagikan visual terbaru dan mengonfirmasi bahwa serial ini akan mulai tayang pada Januari 2027.
Meski sudah mendapatkan jadwal penayangan, pihak produksi belum mengumumkan tanggal tayang pasti maupun stasiun televisi yang akan menyiarkan anime tersebut. Informasi tambahan mengenai pengisi suara dan lagu tema diperkirakan akan diumumkan pada kesempatan berikutnya.
Staf Utama Anime
Anime Giant Ojō-sama dikerjakan oleh sejumlah staf yang memiliki pengalaman dalam berbagai proyek anime. Berikut jajaran staf utama yang telah diumumkan:
Sutradara: Hiroshi Ikehata (WITCH WATCH).
Asisten sutradara: Katsuya Oshima.
Desain karakter dan kepala sutradara animasi: Hajime Mitsuda (Food for the Soul).
Komposisi seri dan penulis naskah: Yū Satō (Azur Lane: Slow Ahead!).
Studio produksi animasi: Tatsunoko Production.
Hiroshi Ikehata akan memimpin produksi anime ini di Tatsunoko Production. Sementara itu, Hajime Mitsuda bertanggung jawab atas desain karakter sekaligus memastikan kualitas animasi utama serial tersebut.
Kisah Oriko Fujidō
Giant Ojō-sama berpusat pada Oriko Fujidō, seorang pewaris keluarga superkaya. Sejak kecil, Oriko hidup dalam kemewahan. Bahkan, ia menerima sebuah kota sebagai hadiah ulang tahun keempatnya.
Namun, kehidupan Oriko berubah ketika seorang penyusup raksasa menyerang kota miliknya. Dalam situasi genting tersebut, kepala pelayannya yang bernama Sebastian menawarkan sebuah minuman khusus yang dapat mengubah tubuh Oriko menjadi raksasa.
Dengan kekuatan barunya, Oriko berusaha melindungi kota dan seluruh penduduknya. Masalahnya, tubuh raksasa tersebut justru berpotensi menghancurkan kota yang ingin ia selamatkan. Situasi ini kemudian memicu berbagai kekacauan dan menjadi sumber humor utama dalam cerita.

