BCA Tebar Dividen Interim Rp3,07 Triliun Kuartal III 2026

BCA Tebar Dividen Interim Rp3,07 Triliun Kuartal III 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyetujui pembagian dividen interim kuartal III tahun buku 2026 senilai Rp3,07 triliun, atau setara Rp25 per saham. Keputusan tersebut telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris BCA pada 19 Agustus 2026.

Pembagian dividen interim ini mencerminkan kinerja keuangan perseroan yang tetap solid serta kondisi likuiditas yang terjaga sepanjang semester pertama 2026. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi BCA untuk membagikan dividen hingga tiga kali dalam satu tahun buku.

Pemegang saham pengendali, PT Dwimuria Investama Andalan—milik Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono—diproyeksikan menerima sekitar Rp1,69 triliun. Nilai tersebut setara 54,942% dari total dividen, sejalan dengan kepemilikan sekitar 67,73 miliar saham BCA.

Sementara itu, Anthoni Salim diperkirakan memperoleh dividen sebesar Rp35,41 miliar dari kepemilikan 1,15% saham BBCA. Adapun sekitar Rp1,37 triliun dari total dividen akan dialokasikan kepada pemegang saham publik.

Sentimen Positif bagi Saham BBCA

BCA Tebar Dividen Interim Rp3,07 Triliun Kuartal III 2026
(Foto Saham BBCA dari Google Finansial)
Kebijakan untuk meningkatkan frekuensi pembagian dividen dinilai dapat memberi sentimen positif terhadap saham BBCA. Head of Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, menilai kebijakan tersebut efektif dari sisi psikologi pasar.

“Efektivitasnya lebih ke behavioral finance, lebih banyak positive news event sepanjang tahun sehingga bisa menjaga engagement dan mengurangi persepsi volatilitas,” ujar Muhammad Wafi.

Menurutnya, distribusi dividen yang lebih rutin berpotensi menjaga perhatian investor terhadap saham perseroan, terutama ketika pasar tengah mengalami dinamika dan tekanan volatilitas.

Pada perdagangan 21 Agustus 2026, saham BBCA tercatat berada di level Rp6.450 per lembar, setelah terkoreksi sekitar 20,12%. Meski demikian, fundamental operasional BCA masih mencatatkan pertumbuhan.

Kredit Tembus Rp1.000 Triliun

Hingga Juni 2026, penyaluran kredit BCA tumbuh 8% secara tahunan menjadi Rp1.036 triliun. Pencapaian tersebut menjadi kali pertama kredit perseroan menembus level Rp1.000 triliun.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih kumulatif BCA hingga Juli 2026 mencapai Rp35,3 triliun. Kinerja tersebut didukung oleh perbaikan net interest margin atau NIM di level 5,5%, serta rasio dana murah atau CASA sebesar 85,4%.

Fundamental tersebut turut menopang pandangan positif sejumlah analis terhadap saham BBCA. Analis MNC Sekuritas, Victoria Venny, merekomendasikan beli saham BBCA dengan target harga Rp8.700 per saham.

“Ekspektasi pertumbuhan pre-provision operating profit, efisiensi berkelanjutan, serta bantalan modal yang solid dinilai akan mendukung ketahanan laba bank di tengah dinamika pasar,” tulis Victoria Venny dalam risetnya.

Jadwal Cum Dividen BBCA

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan nilai dividen interim yang lebih besar menjadi bentuk apresiasi perseroan kepada investor di tengah kinerja yang kuat.

“Nilai dividen interim yang lebih tinggi mencerminkan kinerja solid BCA pada semester I 2026 dan diharapkan menjadi hadiah bagi investor, bertepatan dengan bulan Kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Hendra Lembong.

Berikut jadwal pembagian dividen interim BBCA:

Agenda

Tanggal

Cum dividen pasar reguler dan negosiasi

28 Agustus 2026

Ex dividen pasar reguler dan negosiasi

31 Agustus 2026

Recording date

1 September 2026

Pembayaran dividen

16 September 2026


Investor yang ingin memperoleh hak dividen perlu tercatat sebagai pemegang saham BBCA pada recording date, yakni 1 September 2026.


Next Post Previous Post