Bitcoin Berpotensi Tembus US$100.000 Sebelum Tahun 2027

 

Bitcoin Berpotensi Tembus US$100.000 Sebelum Tahun 2027

Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah mencatat kenaikan 22,8% dalam sepekan dan diperdagangkan di kisaran US$77.129. Mantan Head of Institutional Research Coinbase, David Duong, menilai BTC berpeluang melampaui US$100.000 sebelum akhir 2026, meski target tersebut tetap bergantung pada arus modal, kondisi makroekonomi, dan kepastian regulasi.

Arus ETF Menguatkan Permintaan

Bitcoin Berpotensi Tembus US$100.000 Sebelum Tahun 2027
(Foto Harga Bitcoin dari TradingView)
Salah satu pendorong utama optimisme tersebut adalah pergeseran sumber permintaan Bitcoin. Menurut Duong, minat pasar tidak lagi terutama berasal dari investor ritel, melainkan semakin banyak didukung oleh arus dana ke produk exchange-traded fund atau ETF Bitcoin.

ETF menawarkan akses investasi yang lebih mudah bagi institusi dan investor tradisional, tanpa harus mengelola penyimpanan aset kripto sendiri. 

Biaya yang lebih rendah serta berkurangnya kekhawatiran terkait keamanan penyimpanan mandiri juga membuat instrumen ini semakin menarik. Duong menilai arus dana ETF pada periode tertentu bahkan dapat lebih berpengaruh terhadap harga BTC dibanding sentimen perubahan suku bunga.

Kondisi Makro Jadi Penentu

Selain ETF, kondisi ekonomi makro turut membentuk prospek Bitcoin. Duong sebelumnya memperkirakan BTC akan berkonsolidasi di rentang US$85.000 hingga US$90.000. Namun, perubahan arus modal dan pandangan makro yang lebih mendukung membuat proyeksinya naik menjadi di atas US$100.000.

Artinya, pergerakan Bitcoin tidak hanya ditentukan oleh perkembangan internal industri kripto. Likuiditas global, minat investor terhadap aset berisiko, arah kebijakan moneter, serta perpindahan modal antaraset dapat memengaruhi kelanjutan reli.

CLARITY Act sebagai Katalis

Faktor ketiga adalah regulasi kripto di Amerika Serikat, khususnya perkembangan CLARITY Act. Voting prosedural atas rancangan aturan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15 September 2026.

Pasar disebut baru memperhitungkan peluang sekitar 20% bahwa aturan itu akan lolos. Karena ekspektasi pasar masih rendah, keberhasilan CLARITY Act berpotensi menjadi katalis positif yang cukup besar. Sebaliknya, jika gagal, dampaknya mungkin lebih terbatas karena hasil tersebut sudah relatif diantisipasi investor.

Di luar CLARITY Act, penyusunan kebijakan oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan Securities and Exchange Commission (SEC) juga dapat memberi arah yang lebih jelas bagi industri aset digital di AS.

Masih Perlu Konfirmasi

Target US$100.000 belum dapat dianggap sebagai kepastian. Bitcoin tetap memerlukan dukungan volume perdagangan yang kuat, terutama saat bertahan di atas area US$65.000–US$70.000. Volume yang meningkat dapat menjadi sinyal bahwa reli didukung aktivitas pasar yang lebih solid, bukan hanya kenaikan jangka pendek.

Dari kisaran US$77.000, Bitcoin masih membutuhkan kenaikan sekitar 29% untuk mencapai US$100.000. Level tersebut juga penting secara psikologis karena menjadi angka enam digit yang sering menjadi perhatian besar bagi trader dan investor.

Kesimpulan

Peluang Bitcoin menuju US$100.000 sebelum 2027 didorong oleh tiga hal: pertumbuhan arus dana ETF, kondisi makro yang lebih kondusif, serta potensi katalis regulasi dari AS. Namun, investor tetap perlu memperhatikan risiko, termasuk perubahan sentimen global, pelemahan arus dana, tekanan jual, dan ketidakpastian kebijakan.

Target harga adalah proyeksi, bukan jaminan. Karena itu, keputusan investasi kripto sebaiknya disertai riset mandiri dan manajemen risiko yang sesuai.

Next Post Previous Post