Bitcoin Bertahan di Atas US$77 Ribu Usai Reli Kuat

Bitcoin Bertahan di Atas US$77 Ribu Usai Reli Kuat

Bitcoin bertahan di atas level US$77.000 setelah reli tajam dalam sepekan terakhir, ditopang oleh derasnya arus dana ke ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat serta membaiknya kondisi likuiditas pasar AS. Pergerakan ini menunjukkan minat institusional kembali menguat, meski volatilitas tetap menjadi risiko utama bagi investor.

Bitcoin sempat menguji area US$80.000 sebelum kembali bergerak di sekitar US$77.000. Penguatan tersebut mengikuti kenaikan sekitar 18% dalam dua hari dan sekitar 24% dalam periode reli terbaru, yang juga dipicu oleh likuidasi posisi short di pasar derivatif.

Arus dana ETF menguat

Bitcoin Bertahan di Atas US$77 Ribu Usai Reli Kuat
(Foto Harga Bitcoin dari TradingView)
Pendorong terbesar reli kali ini datang dari ETF Bitcoin spot AS. Produk-produk tersebut mencatat arus masuk bersih sekitar US$1,6 miliar dari Senin hingga Kamis pekan lalu, menempatkannya di jalur menuju salah satu pekan arus masuk terbesar sepanjang 2026.

Pada 20 Agustus, ETF Bitcoin spot menarik sekitar US$606 juta dana bersih—angka harian tertinggi sejak Mei. BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) menjadi kontributor dominan, dengan aliran dana sekitar US$503 juta atau lebih dari 80% dari total arus masuk hari itu.

Akumulasi aliran dana tersebut memperkuat pandangan bahwa reli tidak hanya digerakkan oleh spekulan ritel. Masuknya dana melalui ETF mencerminkan pembelian spot yang lebih langsung dan membuka akses bagi investor institusional untuk memperoleh eksposur Bitcoin tanpa menyimpan aset kripto secara mandiri.

Likuiditas AS ikut menopang

Sentimen pasar juga terbantu oleh langkah Departemen Keuangan AS untuk memperbesar kapasitas pembelian kembali obligasi pemerintah berjangka panjang. Batas maksimum pembelian kembali direncanakan naik dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar per operasi mulai 9 September hingga 4 November.

Kebijakan tersebut dipersepsikan pasar sebagai faktor yang dapat mendukung kelancaran likuiditas di sistem keuangan. Aset berisiko, termasuk saham teknologi dan kripto, cenderung diuntungkan ketika investor melihat kondisi pendanaan dan likuiditas membaik.

Namun, hubungan antara kebijakan likuiditas dan harga Bitcoin tidak bersifat pasti. Bitcoin tetap sangat peka terhadap perubahan imbal hasil obligasi AS, arah dolar, ekspektasi suku bunga The Fed, serta dinamika leverage di bursa derivatif.

Area penting berikutnya

Jika Bitcoin mampu mempertahankan area US$77.000, pasar kemungkinan akan kembali menguji resistance psikologis US$80.000. Penembusan yang meyakinkan di atas level itu dapat memperkuat narasi pemulihan, terutama bila arus masuk ETF tetap positif.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan level tersebut berpotensi memicu aksi ambil untung setelah reli cepat. Investor perlu mencermati apakah pembelian ETF berlanjut pada pekan-pekan berikutnya, karena arus dana institusional kini menjadi salah satu indikator utama kekuatan permintaan Bitcoin.

 

Next Post Previous Post