Bitcoin Bertahan di Atas US$77.000 usai Short Squeeze
Bitcoin bertahan di atas US$77.000 setelah reli tajam yang dipicu penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan likuidasi besar-besaran posisi short. Namun, pasar masih menanti bukti bahwa kenaikan ini mampu berlanjut secara berkelanjutan.
Bitcoin sempat menyentuh US$79.200 pada Jumat sebelum kembali melemah ke kisaran US$77.500. Pada pukul 12.50 WIB, aset kripto terbesar tersebut diperdagangkan di US$77.025, turun sekitar 1,1 persen.
Pembelian Kembali Obligasi Jadi Katalis
Penguatan Bitcoin terjadi setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana menggandakan nilai pembelian kembali obligasi pemerintah jangka panjang, dari US$2 miliar menjadi US$4 miliar per operasi. Kebijakan tersebut membantu menurunkan imbal hasil obligasi Treasury bertenor 30 tahun dari 5,34 persen ke sekitar 5,19 persen.
Penurunan yield memberi ruang bagi aset berisiko, termasuk saham teknologi dan kripto. Ketika imbal hasil obligasi tinggi, investor cenderung lebih tertarik pada aset pendapatan tetap karena menawarkan pengembalian yang lebih pasti. Bitcoin, yang tidak menghasilkan bunga atau dividen, menjadi relatif kurang menarik dalam kondisi tersebut.
Meski demikian, program pembelian kembali obligasi Treasury ini tidak sama dengan quantitative easing atau pelonggaran kuantitatif. Treasury menjalankan program tersebut untuk meningkatkan likuiditas obligasi lama dan mengelola struktur utang pemerintah, bukan untuk menciptakan uang baru seperti yang dapat dilakukan Federal Reserve.
Short Squeeze Mempercepat Reli
| (Foto Harga Bitcoin dari Coinmarketcap) |
Aktivitas perdagangan derivatif menunjukkan besarnya pergerakan tersebut. Binance mencatat transaksi futures Bitcoin senilai US$1,26 miliar hanya dalam satu periode 60 detik. Tingkat pendanaan juga mencapai batas maksimum bursa, menandakan minat besar terhadap posisi long dengan leverage.
ETF Bitcoin Menambah Sentimen Positif
Selain dorongan dari pasar derivatif, permintaan di pasar spot turut membaik. ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih sekitar US$650 juta, yang menjadi sinyal bahwa investor institusional kembali menambah eksposur terhadap Bitcoin.
Sentimen juga memperoleh dukungan dari dorongan Gedung Putih agar Kongres melanjutkan pembahasan CLARITY Act. Rancangan undang-undang tersebut ditujukan untuk menciptakan kerangka regulasi yang lebih jelas bagi aset digital di AS. Kepastian regulasi dipandang penting karena dapat mendorong partisipasi lembaga keuangan besar sekaligus mengurangi ketidakpastian bagi pelaku industri kripto.
Level Penting yang Dipantau
Pelaku pasar kini memperhatikan US$80.000 sebagai resistance utama Bitcoin. Keberhasilan menembus dan bertahan di atas level tersebut dapat memperkuat pandangan bahwa reli memiliki momentum lanjutan.
Sebaliknya, area rata-rata pergerakan 200 hari di sekitar US$69.000 menjadi support jangka panjang yang krusial. Jika harga kembali turun di bawah area itu, pasar dapat menilai reli terbaru hanya sebagai kenaikan teknikal sementara.
Para analis masih berbeda pandangan. Kelompok bullish melihat kombinasi short squeeze, candle kenaikan besar, dan penembusan level teknikal penting sebagai ciri pembentukan dasar harga. Sementara itu, analis yang lebih berhati-hati menilai Bitcoin memerlukan arus masuk ETF yang konsisten dan pelonggaran kondisi moneter yang lebih luas untuk mempertahankan reli.
Di pasar altcoin, Ether naik 0,76 persen ke US$2.420,39, XRP menguat 5,2 persen, Solana naik 2,2 persen, dan BNB bertambah 2,77 persen. Cardano melonjak 4,5 persen, sementara Dogecoin naik 7,21 persen.

