Bitcoin Makin Dekat dengan Emas, Kekhawatiran Utang AS Picu Debasement Trade

 

Bitcoin Makin Dekat dengan Emas, Kekhawatiran Utang AS Picu Debasement Trade

Bitcoin semakin menunjukkan pola pergerakan yang mirip emas di tengah kekhawatiran pasar terhadap lonjakan utang pemerintah Amerika Serikat. Kondisi ini mendorong kembalinya debasement trade, yaitu strategi investor beralih ke aset langka sebagai perlindungan ketika nilai mata uang fiat dan obligasi pemerintah dinilai berisiko tertekan.

Korelasi Bitcoin dengan emas dalam periode 90 hari dilaporkan telah menembus 50 persen pada tahun ini. Di saat yang sama, hubungan Bitcoin dengan indeks saham teknologi Nasdaq 100 justru turun dari lebih dari 60 persen menjadi sekitar 33 persen. 

Perubahan tersebut mengindikasikan bahwa sebagian pelaku pasar mulai memandang Bitcoin bukan semata aset spekulatif berbasis teknologi, melainkan alternatif penyimpan nilai seperti emas.

Bitcoin Naik di Tengah Pelemahan Dolar

Bitcoin Makin Dekat dengan Emas, Kekhawatiran Utang AS Picu Debasement Trade
(Foto Harga Bitcoin dari TradingView)
Sentimen debasement trade menguat setelah pemerintah AS meningkatkan rencana pembelian kembali obligasi pemerintah berjangka panjang. Langkah tersebut ditujukan untuk membantu meredam kenaikan imbal hasil obligasi, tetapi pasar menilai kebijakan itu juga dapat menekan dolar AS dan memperbesar kekhawatiran atas arah fiskal negara tersebut.

Bitcoin sempat melampaui level US$80.000 atau sekitar Rp1,3 miliar pada 25 Agustus 2026, menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Mata uang kripto terbesar di dunia itu tercatat naik sekitar 28 persen sepanjang Agustus dan berpotensi membukukan kenaikan bulanan terbesar sejak November 2024.

Penguatan tersebut berjalan beriringan dengan kenaikan harga emas. Emas sempat mencapai posisi tertinggi dalam tiga bulan setelah mencatat reli lebih dari 5 persen pada pekan sebelumnya, sementara indeks dolar AS bergerak ke titik terendah dalam sekitar tiga bulan.

Apa Itu Debasement Trade?

Secara sederhana, debasement trade adalah strategi ketika investor membeli aset yang dianggap memiliki pasokan terbatas atau lebih tahan terhadap pelemahan nilai uang. Strategi ini biasanya menguat saat pasar khawatir terhadap beberapa faktor berikut:

Utang dan defisit pemerintah yang terus membengkak.

Risiko inflasi yang bertahan tinggi.

Pelemahan nilai dolar AS atau mata uang utama lainnya.

Intervensi pemerintah untuk menahan kenaikan imbal hasil obligasi.

Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.

Dalam konteks saat ini, emas menjadi pilihan tradisional karena pasokannya terbatas dan telah lama digunakan sebagai aset lindung nilai. Bitcoin pun ikut masuk dalam narasi tersebut karena jumlah total koinnya dibatasi hingga 21 juta unit, sehingga tidak dapat diterbitkan sesuka hati seperti mata uang fiat.

Namun, Bitcoin tetap memiliki karakter yang berbeda dari emas. Harga aset kripto ini jauh lebih volatil, dipengaruhi arus dana ETF, kondisi pasar derivatif, regulasi, hingga sentimen investor ritel dan institusi.

Utang AS Tembus US$40 Triliun

Perhatian investor meningkat setelah total utang pemerintah federal AS melampaui US$40 triliun. Pada waktu yang hampir bersamaan, defisit anggaran AS pada Juli dilaporkan menyentuh level tertinggi dalam lima tahun. Kondisi tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa beban bunga utang pemerintah dapat terus meningkat apabila imbal hasil obligasi bertahan di level tinggi.

Imbal hasil obligasi AS tenor 30 tahun bahkan sempat mendekati 5,34 persen, level tertinggi dalam hampir 20 tahun. Kenaikan yield biasanya mencerminkan permintaan kompensasi yang lebih besar dari investor karena risiko inflasi, pembiayaan utang, atau kondisi fiskal jangka panjang.

Departemen Keuangan AS kemudian menaikkan batas pembelian kembali obligasi dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar. Kebijakan itu sempat membantu menenangkan pasar obligasi, tetapi sekaligus memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan yang sebelumnya berada di pasar surat utang dapat berpindah ke pasar mata uang.

Bitcoin Bukan Emas Digital Sepenuhnya

Korelasi yang meningkat tidak berarti Bitcoin telah sepenuhnya berubah menjadi emas digital. Korelasi merupakan ukuran statistik yang dapat berubah cepat, terutama karena pengukuran tersebut memakai jendela waktu 90 hari.

Bitcoin masih memiliki risiko yang jauh lebih tinggi dibanding emas:

Faktor

Bitcoin

Emas

Pasokan

Maksimal 21 juta BTC

Terbatas, tetapi masih terus ditambang

Volatilitas

Sangat tinggi

Cenderung lebih rendah

Riwayat sebagai penyimpan nilai

Relatif baru

Telah digunakan selama ribuan tahun

Risiko teknologi

Ada, termasuk keamanan platform dan regulasi

Lebih rendah dalam aspek teknologi

Pendorong harga

Makro, ETF, regulasi, likuiditas, spekulasi

Makro, suku bunga, dolar, permintaan fisik


Kenaikan Bitcoin juga dapat berlanjut apabila dolar melemah, arus dana institusional kembali masuk, dan investor tetap mencari aset alternatif. 

Analis IG, Tony Sycamore, menilai penembusan yang bertahan di atas level saat itu berpotensi membuka jalan Bitcoin menuju kisaran US$95.000 hingga US$100.000. Meski begitu, proyeksi tersebut bukan kepastian karena pasar kripto tetap sangat sensitif terhadap perubahan sentimen dan kebijakan moneter.

Prospek Pasar Kripto

Meningkatnya keterkaitan Bitcoin dengan emas memberi sinyal bahwa posisi aset kripto di pasar global sedang berkembang. Saat investor mulai menghubungkan Bitcoin dengan isu utang, inflasi, dan pelemahan mata uang, Bitcoin berpeluang mendapat perhatian lebih besar sebagai aset alternatif.

Meski demikian, investor perlu membedakan antara narasi pasar dan fundamental risiko. Debasement trade dapat memberi dorongan kuat dalam jangka pendek, tetapi volatilitas Bitcoin tetap tinggi. Pergerakan harga dapat berbalik tajam apabila dolar kembali menguat, imbal hasil obligasi berubah, arus dana ETF melemah, atau regulasi kripto menjadi lebih ketat.

Karena itu, Bitcoin dapat dipandang sebagai aset berisiko tinggi yang mulai masuk dalam percakapan mengenai lindung nilai makroekonomi, bukan sebagai pengganti emas secara langsung.

Next Post Previous Post