BPS Catat Konsumsi Rumah Tangga Topang Ekonomi Triwulan II 2026
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, mengatakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga didorong oleh momentum libur dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers rilis pertumbuhan ekonomi di kantor BPS, Jakarta, pada Rabu (5/8/2026).
Menurut BPS, kenaikan konsumsi paling kuat terjadi pada kelompok restoran dan hotel yang tumbuh 6,47 persen, seiring meningkatnya konsumsi makanan jadi dan layanan makan-minum. Selain itu, kelompok transportasi dan komunikasi juga tumbuh 5,71 persen, didorong penggunaan transportasi pribadi, pembelian kendaraan bermotor, dan aktivitas perbaikannya.
Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama pertumbuhan, diikuti oleh pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dan konsumsi pemerintah.

