BUMI Kantongi Restu Akuisisi 100 Persen Saham Loyal Metals

BUMI Kantongi Restu Akuisisi 100 Persen Saham Loyal Metals

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) semakin mendekati tahap akhir akuisisi 100 persen saham perusahaan tambang asal Australia, Loyal Metals Limited. Langkah tersebut mendapat dukungan kuat dari pemegang saham Loyal Metals dalam Scheme Meeting yang digelar pada 20 Agustus 2026.

Sebanyak 99,86 persen suara pemegang saham target menyetujui rencana transaksi tersebut. Persetujuan ini menjadi salah satu tahapan penting bagi BUMI untuk memperluas portofolio bisnisnya ke komoditas logam, khususnya tembaga dan emas.

BUMI Tawarkan A$0,45 per Saham

BUMI atau entitas anak usahanya akan mengambil alih seluruh saham Loyal Metals melalui pembayaran tunai sebesar A$0,45 per saham.

Transaksi tersebut dilakukan menggunakan skema Scheme of Arrangement berdasarkan Corporations Act 2001 Australia. Mekanisme ini memungkinkan proses akuisisi dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham serta pengesahan pengadilan di Australia.

Rangkaian akuisisi Loyal Metals sebelumnya telah melalui sejumlah tahapan, antara lain:

Supreme Court of Western Australia menyetujui distribusi Scheme Booklet pada 10 Juli 2026

Dokumen tersebut didaftarkan kepada Australian Securities and Investments Commission atau ASIC pada 14 Juli 2026

Pemegang saham Loyal Metals memberikan persetujuan sebesar 99,86 persen dalam Scheme Meeting pada 20 Agustus 2026

Tahap berikutnya berupa Second Court Hearing di Supreme Court of Western Australia untuk memperoleh pengesahan akhir transaksi

Sentimen Positif bagi Penyelesaian Akuisisi

Analis Sinarmas Sekuritas, Yosua Zisokhi, menilai tingginya dukungan pemegang saham Loyal Metals memperbesar peluang transaksi ini untuk segera diselesaikan.

Menurutnya, persetujuan hampir penuh dari pemegang saham target mengurangi salah satu ketidakpastian utama dalam proses akuisisi. Setelah seluruh persyaratan pengadilan dan ketentuan lain dipenuhi, BUMI berpeluang mengonsolidasikan aset Loyal Metals ke dalam bisnis pertambangannya.

“Jika tahapan pengadilan dan persyaratan lainnya dapat diselesaikan sesuai rencana, BUMI akan semakin dekat untuk mengonsolidasikan aset Loyal Metals ke dalam portofolio pertambangannya,” ujar Yosua.

Akuisisi ini juga menegaskan strategi BUMI untuk membangun sumber pertumbuhan baru di luar bisnis batu bara. Selama ini, BUMI dikenal sebagai salah satu emiten batu bara terbesar di Indonesia.

Mengincar Aset Tembaga dan Emas di Queensland

Loyal Metals memiliki aset tambang yang berfokus pada tembaga dan emas di Queensland, Australia. Dua proyek utama yang menjadi bagian dari rencana akuisisi ialah Highway Reward dan Big Magpie Project.

Highway Reward tercatat memiliki riwayat produksi sekitar 3,65 juta ton dengan kadar tembaga 5,7 persen. Selain itu, aset tersebut juga mencatat produksi sekitar 260.000 ton dengan kadar emas 4,5 gram per ton.

Potensi proyek ini turut didukung hasil pengeboran terbaru. Pada titik pengeboran 25HRDD003, Loyal Metals menemukan interval mineralisasi sepanjang 179 meter dengan kadar 1,47 persen copper equivalent pada kedalaman sekitar 100 meter.

Yosua menilai eksposur terhadap tembaga dan emas dapat memberi nilai strategis bagi BUMI, terutama di tengah kebutuhan diversifikasi komoditas.

“BUMI secara bertahap sedang membangun sumber pertumbuhan di luar batu bara. Eksposur terhadap copper dan gold memberikan diversifikasi komoditas sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru apabila aset-aset tersebut dapat dikembangkan dan diintegrasikan secara optimal,” kata Yosua.

Melengkapi Portofolio Logam BUMI

Rencana akuisisi Loyal Metals melanjutkan ekspansi BUMI ke sektor mineral dan logam. Sebelumnya, perseroan telah memiliki eksposur terhadap komoditas logam melalui Wolfram Limited.

Diversifikasi ke tembaga dan emas dinilai penting karena kedua komoditas tersebut memiliki prospek penggunaan yang luas. Tembaga dibutuhkan dalam infrastruktur kelistrikan, energi terbarukan, kendaraan listrik, dan pusat data, sementara emas tetap menjadi komoditas yang banyak diminati sebagai aset lindung nilai.

Ekspansi tersebut berlangsung ketika kinerja keuangan BUMI juga menunjukkan perbaikan. Pada semester I-2026, BUMI membukukan pendapatan sebesar US$866,8 juta atau tumbuh 27,9 persen secara tahunan.

Laba operasional perseroan naik 50,3 persen menjadi US$83,1 juta. Sementara itu, laba bersih BUMI melonjak 188,4 persen secara tahunan menjadi US$58,9 juta.

Jika proses hukum dan persyaratan transaksi rampung, akuisisi Loyal Metals dapat menjadi langkah penting BUMI dalam memperluas basis pendapatan sekaligus mengurangi ketergantungan bisnis terhadap batu bara.

 

Next Post Previous Post