Bursa Efek Indonesia Bidik Market Cap Rp30 Ribu Triliun di 2030

Bursa Efek Indonesia Bidik Market Cap Rp30 Ribu Triliun di 2030
Bursa Efek Indonesia (BEI) memasang target ambisius untuk mendorong kapitalisasi pasar (market cap) mencapai Rp30.000 triliun pada tahun 2030. Target ini merupakan bagian dari visi strategis BEI periode 2026–2030 untuk membawa pasar modal Indonesia masuk ke jajaran 10 bursa saham terbesar di dunia.

Target Utama BEI 2030

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengumumkan serangkaian target kinerja yang akan dicapai hingga 2030 dalam konferensi pers peringatan 49 tahun pasar modal Indonesia, Senin (10/8/2026).

Berikut adalah target-target utama yang ditetapkan BEI:

Kapitalisasi pasar: Rp30.000 triliun (naik hampir dua kali lipat dari posisi 2025

Jumlah perusahaan tercatat: Lebih dari 1.100 emiten (dari 956 perusahaan pada 2025)

Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH): Rp31 triliun (dari Rp18,1 triliun pada tahun sebelumnya)

Jumlah investor pasar modal: 35 juta investor (naik 20,3 juta dari tahun lalu)

Jika target kapitalisasi pasar Rp30.000 triliun tercapai, nilainya akan setara dengan 83 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Posisi Indonesia di Panggung Global

Saat ini, Indonesia berada di peringkat ke-20 dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, sementara nilai transaksi harian pasar modal Indonesia berada di peringkat 18 dunia. Dengan realisasi target 2030, BEI optimis Indonesia dapat masuk ke dalam 10 besar bursa saham terbesar di dunia, tidak hanya dari sisi kapitalisasi pasar dan nilai transaksi, tetapi juga dari aspek transparansi dan tata kelola yang baik.

Empat Pilar Strategi BEI

Untuk mencapai target ambisius tersebut, BEI telah menetapkan empat sasaran strategis utama:

Pertumbuhan bisnis transaksi – Meningkatkan aktivitas perdagangan saham di bursa

Pengembangan bisnis non-transaksi – Mengembangkan sumber pendapatan di luar aktivitas transaksi

Peningkatan kuantitas dan kualitas perusahaan tercatat – Mendorong lebih banyak emiten berkualitas, termasuk BUMN dan BUMD, untuk melakukan IPO

Perluasan inklusivitas bagi investor – Menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di pasar modal

Koordinasi dengan Pemangku Kepentingan

BEI akan berkoordinasi erat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seluruh Self-Regulatory Organization (SRO), pelaku dan pemangku kepentingan pasar modal, serta media untuk mewujudkan target-target ini. Salah satu fokus utama saat ini adalah menuntaskan diskusi transformasi dengan MSCI yang tenggat waktunya jatuh pada November 2026, sekaligus memperdalam pasar modal melalui IPO berkualitas tinggi.

Konteks Pertumbuhan

Pada tahun 2025, BEI mencatat kapitalisasi pasar modal Indonesia mencapai Rp15.849 triliun. Target Rp30.000 triliun pada 2030 berarti pertumbuhan hampir dua kali lipat dalam empat tahun ke depan, sejalan dengan ambisi pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan literasi investasi di kalangan masyarakat Indonesia.

Target ini juga mencerminkan komitmen BEI untuk terus mendorong inklusi keuangan dan menjadikan pasar modal sebagai salah satu pilar penting dalam pembiayaan pembangunan ekonomi Indonesia.

Next Post Previous Post