Chandra Asri Pacific Akuisisi Bisnis Otomotif Cycle Carriage
Transaksi bernilai sekitar S$265 juta (sekitar US$208,6 juta atau Rp4,6 triliun) ini menjadi bagian dari strategi ekspansi regional emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu tersebut.
Detail Transaksi dan Struktur Pembiayaan
Akuisisi ini dilaksanakan melalui anak usaha wholly owned Chandra Asri, yaitu CCHPL Holdings Pte. Ltd. Transaksi mencakup penjualan entitas otomotif di Singapura dan Malaysia, beserta merek dagang terkait yang digunakan di Singapura, Malaysia, dan Myanmar.
Di Singapura, transaksi mencakup kepentingan Jardine Cycle & Carriage di 10 entitas, termasuk Cycle & Carriage Automotive, Cycle & Carriage Leasing, Cycle & Carriage 2-Wheeler, dan Republic Auto. Sementara di Malaysia, akuisisi meliputi kepentingan di Cycle & Carriage Malaysia Holdings dan sekitar 97,14% saham di Cycle & Carriage Bintang.
Selain harga pembelian dasar S$265 juta yang dibayarkan tunai, pembeli juga akan mengambil alih pinjaman sebesar S$333 juta yang dimiliki oleh Jardine Cycle & Carriage. Mizuho Bank memberikan dukungan pembiayaan untuk transaksi ini, sementara Greenhill—afiliasi Mizuho—bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif Chandra Asri Group.
Portofolio Merek dan Jaringan Distribusi
Cycle & Carriage merupakan bisnis yang telah beroperasi sejak 1899 di Kuala Lumpur dan mengelola jaringan distribusi, penjualan ritel, hingga layanan purnajual untuk kendaraan penumpang maupun komersial. Grup ini memiliki portofolio merek global yang kuat di kedua negara:
Di Singapura, Cycle & Carriage memegang lisensi distribusi untuk merek-merek seperti:
Mercedes-Benz
Mitsubishi Motors
Kia
Citroën
DS Automobiles
Maxus
ORA
smart
Peugeot
Leapmotor
Di Malaysia, portofolio merek yang dikelola cenderung sama, termasuk Mercedes-Benz, Leapmotor, Peugeot, dan Kia. Secara total, grup ini mengoperasikan 6 fasilitas di Singapura dan 21 fasilitas di Malaysia.
Strategi Transformasi Chandra Asri Group
Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menegaskan bahwa akuisisi ini memegang peranan krusial dalam transformasi perusahaan. "Kami berharap dapat mendukung bisnis ini dalam fase pertumbuhan berikutnya, sekaligus terus melayani pelanggan dan mitra dengan kualitas dan keandalan yang selama ini mereka harapkan," kata Erwin Ciputra dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Akuisisi ini ditujukan untuk membangun platform terintegrasi pada sektor energi, infrastruktur, dan mobilitas di kawasan Asia Tenggara. Langkah ini juga memperkuat jaringan bisnis ritel bermerek Esso yang sebelumnya telah didapatkan Chandra Asri di Singapura.
Komitmen Terhadap Kelangsungan Bisnis
Pihak manajemen Chandra Asri berkomitmen untuk menjaga identitas, kapabilitas, hubungan pelanggan, hingga sumber daya manusia yang telah terbangun di tubuh Cycle & Carriage. Pelaksanaaan penyelesaian transaksi masih menunggu persetujuan dari Original Equipment Manufacturer (OEM) serta pemenuhan persyaratan lainnya. [
Konteks Strategis bagi Jardine Cycle & Carriage
Bagi Jardine Cycle & Carriage (JC&C), penjualan ini merupakan bagian dari restrukturisasi berkelanjutan dalam grup Jardine. Bisnis Cycle & Carriage ini tercatat di buku JC&C sebesar US$292 juta per 30 Juni 2026, dan menyumbang sekitar US$16 juta laba pada semester pertama tahun ini. Transaksi ini diperkirakan akan memberikan keuntungan sekitar US$221 juta bagi JC&C.
Implikasi bagi Investor TPIA
Bagi investor PT Chandra Asri Pacific Tbk, akuisisi ini menandai diversifikasi signifikan dari bisnis inti perusahaan di sektor petrokimia dan energi ke sektor otomotif regional. Pada semester I/2026, perseroan membukukan pendapatan sebesar US$5,3 miliar dan laba bersih US$371,2 juta, didukung oleh diversifikasi bisnis di berbagai sektor.
Dengan mengakuisisi Cycle & Carriage, Chandra Asri tidak hanya mendapatkan akses ke jaringan distribusi otomotif yang sudah mapan, tetapi juga portofolio merek premium seperti Mercedes-Benz yang dapat menjadi sumber arus kas stabil di masa depan.

