Ethereum Naik 29,3% dalam Sepekan, Tom Lee Sebut Rotasi ke ETH Mulai Terbentuk
Ethereum (ETH) mencatat kenaikan 29,3% dalam tujuh hari terakhir dan mengungguli kenaikan Bitcoin yang berada di kisaran 21,4%. Performa tersebut kembali memunculkan narasi “rotasi” modal dari Bitcoin ke Ethereum, seiring meningkatnya perhatian pasar terhadap tokenisasi, stablecoin, dan aplikasi kecerdasan buatan berbasis blockchain.
Tom Lee, co-founder Fundstrat sekaligus ketua BitMine, menilai pergeseran tersebut mulai terbentuk setelah bertahun-tahun Ethereum dipandang tertinggal dibanding Bitcoin. Ia memperkirakan ETH berpotensi melampaui US$10.000 dalam satu hingga dua tahun, meski proyeksi itu tetap bergantung pada kondisi pasar dan bukan jaminan hasil investasi.
Kinerja Ethereum Melampaui Bitcoin
Pada 24 Agustus, ETH diperdagangkan di sekitar US$2.463. Dalam periode tujuh hari, aset kripto terbesar kedua itu naik 29,3%, sementara Bitcoin naik sekitar 21,4%. Selisih kinerja hampir delapan poin persentase ini mendorong rasio ETH/BTC menuju sekitar 0,0318.
Kenaikan rasio ETH/BTC biasanya diperhatikan pelaku pasar sebagai indikator relatif: saat rasio naik, Ethereum berarti menguat lebih cepat dibanding Bitcoin. Namun, indikator tersebut tidak otomatis menandakan tren kenaikan akan berlanjut karena pasar kripto tetap sangat volatil.
Alasan Tom Lee Optimistis
Menurut Lee, Ethereum memiliki peluang mendapat dorongan struktural dari penggunaan blockchain dalam sistem keuangan. Beberapa tema yang ia soroti meliputi:
Tokenisasi aset dunia nyata, seperti saham, obligasi, properti, dan instrumen keuangan lain.
Pertumbuhan stablecoin yang membutuhkan infrastruktur blockchain untuk penerbitan dan transaksi.
Pemanfaatan blockchain untuk aplikasi AI dan sistem pembayaran digital.
Peran Ethereum sebagai lapisan penyelesaian transaksi bagi ekosistem keuangan terdesentralisasi.
Lee juga berpandangan bahwa Ethereum masih relatif undervalued bila dibandingkan dengan potensi penggunaan jaringannya. Sentimen tersebut diperkuat oleh strategi treasury BitMine yang secara agresif mengakumulasi ETH.
Target US$10.000 Masih Bersifat Prediksi
| (Foto Harga Ethereum dari TradingView) |
Risiko yang Perlu Diperhatikan
Meski narasi rotasi ke Ethereum semakin kuat, investor tetap perlu mempertimbangkan beberapa risiko:
Harga ETH dapat terkoreksi tajam setelah kenaikan mingguan yang besar.
Prediksi harga dari analis atau tokoh pasar tidak menjamin realisasi.
Rasio ETH/BTC bisa berbalik bila Bitcoin kembali menjadi fokus utama investor.
Volatilitas pasar kripto dapat meningkat akibat kondisi ekonomi, likuiditas, maupun kebijakan regulasi.
Kenaikan Ethereum dalam sepekan menunjukkan minat pasar yang menguat, terutama dibanding Bitcoin. Namun, keputusan investasi tetap perlu didasarkan pada riset mandiri, manajemen risiko, dan pemahaman bahwa aset kripto berisiko tinggi.

