Fore Kopi Targetkan Pendapatan Tumbuh 50 Persen pada 2026

Fore Kopi Targetkan Pendapatan Tumbuh 50 Persen pada 2026

PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kinerja bisnis sepanjang 2026. Perseroan menargetkan pendapatan tumbuh 50 persen dan laba bersih meningkat 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Mengutip Investor Daily, strategi pertumbuhan FORE akan ditopang oleh peningkatan penjualan dari gerai-gerai yang telah beroperasi atau same-store sales growth (SSSG). Selain itu, perseroan juga akan memperluas jaringan gerai di berbagai lokasi potensial.

FORE Tambah 80 Gerai Baru

Pada 2026, FORE memproyeksikan penambahan sekitar 80 gerai baru. Dengan ekspansi tersebut, total gerai Fore Coffee diperkirakan mencapai 422 unit hingga akhir tahun.

Penambahan gerai diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus mendorong pertumbuhan penjualan perseroan. FORE juga akan mengoptimalkan lokasi dengan tingkat lalu lintas pengunjung yang tinggi untuk mendukung kinerja setiap gerai.

Selain mengandalkan bisnis kopi, perseroan mulai memperkuat diversifikasi pendapatan melalui unit usaha baru bernama Fore Donut.

Fore Donut Kejar 25-30 Gerai

Director of Strategy FORE M. Fahmi Rachmatullah mengatakan, Fore Donut saat ini telah memiliki 14 gerai. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi sekitar 25 hingga 30 gerai pada akhir 2026.

“Hari ini, Fore Donut sudah ada 14 gerai. Kami ekspektasikan sampai akhir tahun ini jumlah gerainya bisa mendekati 25-30 gerai. Jadi, dari situ kami juga lagi ramp up tentang Donutnya,” ujar Fahmi.

Meski jumlah gerai terus bertambah, kontribusi Fore Donut terhadap total pendapatan perseroan diperkirakan masih berada di bawah 5 persen hingga akhir 2026. FORE menilai unit bisnis tersebut masih memiliki ruang yang cukup besar untuk dikembangkan.

Pengembangan Fore Donut akan diprioritaskan di pusat-pusat perbelanjaan besar di wilayah Jabodetabek. Strategi ini dipilih karena pusat perbelanjaan memiliki potensi trafik pengunjung yang lebih tinggi.

Setelah membangun basis pasar yang kuat di Jabodetabek, FORE berencana memperluas jaringan Fore Donut ke sejumlah kota lain, seperti Semarang dan Yogyakarta.

Bangun Pabrik Dough di BSD

Untuk mendukung ekspansi Fore Donut ke luar kota, FORE membangun fasilitas pengolahan adonan atau dough di kawasan Taman Tekno, BSD, Tangerang Selatan.

Fasilitas tersebut akan memproduksi frozen dough yang dapat dikirim ke berbagai wilayah. Dengan adanya pabrik ini, perseroan berharap proses ekspansi Fore Donut ke luar Jabodetabek dapat berjalan lebih efisien.

“Jadi, tujuan pembangunan pabrik ini biar kita bisa ekspansi ke luar kota. Karena dengan adanya pabrik pengolahan dough ini, kami bisa kirim frozen dough,” kata Fahmi.

Pembangunan pabrik tersebut menggunakan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp15 miliar. Dana capex berasal dari hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) FORE.

Pabrik dengan kapasitas produksi ratusan unit per hari itu dijadwalkan mulai beroperasi pada Agustus atau September 2026. Fasilitas tersebut akan menyuplai kebutuhan Fore Donut di wilayah Jabodetabek hingga sejumlah daerah di luar Pulau Jawa, termasuk Medan.

Ekspansi Bergantung pada Trafik Lokasi

FORE menyadari bahwa Fore Donut merupakan merek baru sehingga pemilihan lokasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis.

Meskipun telah memiliki tingkat awareness melalui merek Fore Coffee, perseroan tetap membutuhkan lokasi dengan trafik pengunjung tinggi agar Fore Donut lebih mudah dikenal dan mendapatkan pelanggan.

“Jadi, walaupun ada awareness Fore, cuma karena Fore Donut ini brand baru tetap harus yang sudah ada trafiknya,” ujar Fahmi.

Melalui ekspansi gerai Fore Coffee, pengembangan Fore Donut, serta pembangunan fasilitas produksi dough, FORE berharap dapat mencapai target pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada 2026.


Next Post Previous Post